Iklan
Modus

Korban Pelecehan Ketua PKB Lampung Tengah, Trauma

Ist

BANDARLAMPUNG – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Lampung, Aryanto Wertha, mendampingi korban pencabulan Cici Nur Sa’adah (19), melaporkan Ketua PKB Lampung Tengah (Lamteng), Selamet Anwar, yang juga pimpinan pondok pesantren Tri Bakti Al-Iklas Bumi Mas, Bumi Kencana, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, Jumat (19/1/2018).

Aryanto Wertha mengatakan kejadian tidak senonoh tersebut berlangsung dari tahun 2013-2018.

Hingga akhirnya, korban memilih keluar dari pondok pesantren (ponpes) karena trauma. Setelah keluar dari ponpes, korban sempat pindah sekolah sampai tiga kali, hingga akhirnya menceritakan kejadian tersebut, karena korban masih mengalami trauma psikis.

Korban, saat ini, berubah jadi pemurung, serta sulit berkomunikasi dengan pria.

Baca Juga:  Tak Ingat Umur, Kakek 70 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur

Laporan KPAI diterima oleh petugas SPKT III Polda Lampung, Ipda Solbi, pada Jumat (19/1), dengan nomor laporan LP/B-99/I/2018 SPKT.

“Kami baru dapat laporan dari keluarga korban, dua hari yang lalu, maka itu kami laporkan ke Polda, karena terlaporkan panutan, masa berbuat seperti itu terhadap anak muda,” ujar Aryanto Wertha di Mapolda Lampung, Jumat (19/1).

Pelaku mendekati dan meraba-raba alat vital korban semasa tinggal di asrama pondok tersebut.

Kejadian tersebut, dilakukan lebih dari sekali hingga akhirnya korban mengalami trauma dan keluar dari sekolah tersebut tiga tahun yang lalu.

“Yang kami tekankan di sini, dampak dari kejadian tersebut, walau sudah tiga tahun yang lalu, korban masih trauma. Sembari mengadvokasi kasus ini, kami juga akan meminta Dinas Sosial untuk membantu trauma healing korban,” ungkapnya.

Baca Juga:  Cabuli Anak Tiri, Bambang Terancam Kurungan 15 Tahun  

Selain itu, korban juga sempat diintimidasi oleh keluaga terlapor agar tidak melaporkan tindakan asusila tersebut ke orang tuanya hingga ke aparat kepolisian.

Namun tidak ada itikad baik terlapor untuk memberikan rasa aman, maupun membantu korban dalam menghilangkan trauma yang dideritanya.

“Sebenarnya sudah ada surat pernyataan antara keluarga terlapor dan korban, tapi mereka lepas tangan gitu. Korban cerita kepada kami, dia juga sempat diintimidasi, dikejar sampai manapun kalau perkara itu mencuat,” katanya.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top