Daerah

Korban Kekerasan Ibu Tiri Ngungsi ke Gedung Pakuon

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesawaran mengunjungi AM, korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya/Suluh/TS

PESAWARAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesawaran mengunjungi AM, korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya.

Kunjungan ke rumah keluarga yang menjadi tempat pengungsian bocah korban penganiayaan hingga mengalami luka bakar di bagian tangan yang dilakukan ibu tirinya tersebut untuk memberikan trauma healing.

“Hal ini merupakan bentuk perhatian pemerintah sebagai upaya terapi mental bagi korban atas peristiwa malang yang dialaminya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pesawaran, Binarti Bintang, Selasa (17/12).

Dalam kunjungannya tersebut, pihak Dinas PPPA Pesawaran juga memberikan bingkisan berupa sepatu dan tas serta perlengkapan sekolah.

Baca Juga:  Bupati Tulangbawang : Bakal Ada Mutasi Besar-besaran Untuk Seluruh OPD

Menurut Binarti, korban perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari pihak luar, mengingat kondisi korban saat ini masih trauma akan kenyataan pahit yang dialaminya.

Bahkan memberikan bentuk perhatian lebih baginya sebagai upaya untuk membantu korban melupakan tragedi penganiayaan yang dilakukan ibu tirinya yang tega membakar telapak tangan korban hingga mengalami luka cukup serius.

Selain mengunjungi serta memberikan bingkisan peralatan sekolah, Dinas PPPA Pesawaran juga berencana akan memfasilitasi pemindahan sekolah bagi korban.

Mengingat saat ini korban masih duduk di bangku kelas 3 SD tak jauh dari tempat tinggal orangtuanya di Desa Sukajaya Laut, Kecamatan Telukpandan, Kabupaten Pesawaran.

Sementara pascaperistiwa malang yang dialaminya tersebut, kini bocah tersebut diungsikan serta dirawat oleh bibi dan nenek dari ibu kandungnya yang telah meninggal 5 tahun lalu di Kelurahan Gedungpakuon, Telukbetung Selatan, Bandarlampung.

Baca Juga:  Macet Berjam-jam ke Lampung, Politisi Gerindra Ini Sebut Mudik Lancar Dari Pemerintah Hoax

Korban enggan kembali kerumah tempat tinggalnya karena masih takut dan trauma atas peristiwa keji yang dilakukan oleh ibu tirinya tersebut.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top