Pendidikan

Komunitas 1000 Guru Ajak Putri Pariwisata Pulang Kampung

Pendiri Komunitas 1000 Guru, Jemi Ngadiono, bersama Putri Pariwisata Indonesia Karina Nadila, Taman Bacan Masyarakat (TBM) Jendela Ilmu, Tulang Bawang/LS

TULANGBAWANG – Pendiri komunitas 1.000 Guru, Jemi Ngadiono, beserta rombongan kembali mengadakan kegiatan progtam Travelling And Teaching, di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jendela Ilmu, kampung setempat.

Kali ini program tersebut ditempatkan ditanah kelahiran Jemi, yakni di Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Traveling and teaching Jemi, didampingi langsung oleh puteri Pariwisata Indonesia, Karina Nadila, kru komunitas 1.000 Guru, serta berbagai kalangan seperti  mahasiswa, pemerhati pendidikan, kalangan ASN hingga swasta

Menurut Jemi, program traveling and teaching merupakan kegiatan rutin komunitas 1.000 yang melakukan perjalanan ke suatu daerah pedalaman tidak hanya melihat keindahan alam, budaya, adat istiadat.

Namun lanjut Jemi, traveling and teaching juga melakukan kegiatan mengajar memberikan ilmu kepada anak-anak yang hidup didesa atau kampung -kampung khususnya wilayah terpencil.

“Komunitas 1.000 Guru, didirikan pada 2012 lalu, adalah sebuah komunitas non-formal. Kami sangat terbuka dengan siapapun pemuda-pemudi yang hatinya terketuk ikhlas peduli pendidikan untuk memberikan ilmu kepada generasi di wilayah terpencil. Boleh gabung, karena selain traveling and teaching komunitas 1.000 Guru, juga mempunyai program kerja lainya, yakni pemberian bea siswa kepada para guru pedalaman,” jelas pendiri Komunitas 1.000 Guru, Jemi Ngadiono, Sabtu lalu (17/3).

Baca Juga:  Perpusda Lampung Bisa Dongkrak Minat Baca

Lanjutnya, banyak hal yang didapatkan oleh komunitas 1.000 Guru dalam melaksanakan program traveling and teaching, selain bisa mengajar memberikan ilmu pengetahuan kepada seluruh anak-anak diberbagai wilayah pelosok, juga bisa melihat berbagai prospek keindahan alam untuk promosi tujuan wisata.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya pemuda-pemudi untuk dapat berkontribusi nyata terhadap perkembangan pendidikan. Sebab, perkembangan ilmu bagi anak-anak sangat penting.

“Anak-anak adalah generasi bangsa, memberikan pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk peran aktif seluruh pemuda-pemudi terdidik merupakan sebuah barometer, maju, dan berkembangnya pendidikan. Melalui komunitas 1.000 Guru, saya mengajak seluruh lapisan untuk bergabung, menyuarakan, serta mendorong pemerintah untuk selalu serius memberikan perhatian terhadap pendidikan,” himbaunya.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Anthoni, mengaku, sangat mengapresiasi program traveling and teaching yang dilakukan oleh komunitas 1.000 Guru dan rombongan.

Baca Juga:  Hadapi Ujian Nasional 2019, Disdikbud Lampung Minta Pihak Sekolah Lakukan Simulasi

Sebab menurut Anthoni, program tersebut sangat luar biasa manfaatnya untuk memotivasi para pemuda-pemudi khususnya di Tulang Bawang agar aktif berperan serta memajukan pendidikan.

“Kumunitas 1.000 Guru merupakan sebuah wadah yang isinya adalah pemuda-pemudi terdidik yang peduli terhadap pendidikan di seluruh daerah tertinggal. Alhamdulillah, kali ini Pak Jemi pulang kampung, bahkan didampinggi rombongan dan Puteri Pariwisata Karina Nadila,” katanya

“Tentu ini merupakan sebuah momentum, selain menunjukan perkembangan pendidikan, kami juga dapat mempromosikan berbagai tempat untuk tujuan wisata,” terang Anthoni.

Dipaparkan Anthoni, pada era kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Winarti – Hendriwansyah. Pemkab Tulang Baru, tetap memegang komitmen terus berupaya mencari berbagai terobosa formulasi guna mengembangkan pendidikan.

Itu semua dilakukan, lanjutnya, sebagai wujud nyata peran serta perhatian Pemkab Tulang Bawang terhadap kemajuan dunia pendidikan.

“Tahun 2018 alokasi anggaran untuk pendidikan mencapai kisaran 23%, sesuai perintah UU. Kedepan, mulai dari fasilitas belajar anak-anak, hingga SDM tenaga pengajar, semuanya ditata, serta akan lebih diperhatikan. Karena menurut kami pendidikan harus juga dibarenggi dengan fasilitas yang memadai dan mumpuni. Mulai dari anak-anak hingga tenaga pendidik,” paparnya.

Baca Juga:  Kwarda Lampung ajak Penegak dan Pandega Perangi Hoax

Selain itu sambung Anthoni, peran serta para lembaga lembaga sosial, pemerhati pendidikan juga sangat dibutuhkan, untuk menyatukan masyarakat untuk andil memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan.

“Semoga dengan kunjungan komunitas 1.000 Guru dalam travelling and teaching, diharapkan dapat membuka wawasan elemen masyarakat untuk bersama satukan pikiran bahu membahu, guna menjadikan dunia pendidikan lebih baik lagi. Terima kasih komunitas 1.000 Guru, teruslah berjuang  berikan ilmu kepada anak-anak untuk menjadikan generasi bangsa menjadi hebat,” tutupnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top