Modus

Komplotan Pengedar Sabu di Lapas Lamsel Terlihat Tak Menyesal

Peredaran narkoba dalam lapas/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Bandar Lampung, menggelar sidang terkait kasus peredaran narkotika yang terjadi dan dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas 2A, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), Rabu (3/10).

Sebanyak 3 terdakwa dihadirkan dalam sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa, atas perkara tindak pidana narkotika golongan 1 bukan tanaman jenis sabu dan pil ekstasi yang melibatkan seorang sipir penjara, narapidana, dan seorang polisi.

Narkotika seberat 4 kilogram lebih tersebut, dikendalikan peredarannya dari dalam Lapas Kalianda, oleh terdakwa Marzuli yang berstatus narapidana, serta difasilitasi oleh Muchlis Adjie, serta Rechal Oksa, yang berstatus pegawai sipir. Bahkan melibatkan seorang oknum polisi yang bernama Adi Setiawan.

Baca Juga:  Sidang Zainudin Hasan, Jaksa KPK Sebut Ada Fakta yang Tidak Dibacakan Hakim

Dalam sidang ini, ketiga terdakwa tidak membantah sama sekali tentang seluruh perbuatan yang dibacakan di dalam surat dakwaan, yang dibacakan oleh Yusa selaku Jaksa Penuntut Umum.

Majelis hakim menilai, dari raut wajah para terdakwa tidak ada penyesalan sama sekali atas perbuatan yang telah mereka lakukan selama ini  dan dakwaan tersebut sesuai dengan yang di atur dan diancam pidana di dalam pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1, Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara, sidang lanjutan akan digelar pada minggu depan, dengan agenda mendengarkan keterangan dari ketiga terdakwa, tanpa adanya bantahan atas dakwaan dari jaksa penuntut umum.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top