Daerah

Kompas Gramedia Salurkan Bantuan dan Dukungan Moral untuk Pelaku Seni 

Tim Kompas Gramedia Jogjakarta menyerahkan bantuan DKK kepada perwakilan seniman terdampak pandemi di Gedung Kesenian WR Supratman Purworejo, kemarin/Istimewa

Suluh.co – Dampak pandemi Covid-19 makin serius dirasakah para pelaku seni di Kabupaten Purworejo. Selain karena minim penghasilan akibat keterbatasan pentas selama 1,5 tahun terakhir, mereka juga membutuhkan dukungan moral agar mampu bertahan dan bangkit melawan pandemi.

Kondisi tersebut mendapat kepedulian dari Kompas Gramedia dengan menyalurkan bantuan sembako hasil donasi Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) kepada puluhan pelaku seni di Kabupaten Purworejo.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Tim Kompas Gramedia Jogjakarta sebagai mitra DKK kepada 4 perwakilan pelaku seni yang tergabung dalam Paguyuban Ketoprak Purworejo (Pak Purwo) di Gedung Kesenian WR Supratman Purworejo, Kamis (26/8).

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Agung Pranoto, dan Ketua Dewan Kesenian Purworejo (DKP) Angko Setiyarso Widodo.

Asisten Manajer Gramedia Sudirman Jogjakarta, Supriyantoro, menyebut bantuan yang disalurkan berasal dari donasi para pembaca Kompas melalui program DKK. Penerima di Kabupaten Purworejo merupakan usulan dari Dewan Kesenian Purworejo yang sebelumnya telah melalui verifikasi.

Baca Juga:  TNI Lekat dengan Rakyat Lewat Karya Bakti & Kegiatan Sosial

“Hari ini merupakan tahap pertama, ada sebanyak 52 paket bantuan yang kita salurkan. Rencananya ada 2 tahap, tapi untuk tahap kedua jumlah penerima dan waktunya masih kita pastikan ke DKK pusat karena itu usulan tambahan dari Dewan Kesenian,” sebutnya.

Menurutnya, DKK sudah ada sejak lama dengan sasaran penerima bervariasi. Tidak hanya pelaku seni, melainkan juga masyarakat terdampak musibah kemanusiaan lainnya.

“Tidak hanya di Purworejo, DKK juga sudah disalurkan ke para seniman di berbagai wilayah. Pandemi saat ini memang ujian berat bagi semua, tidak hanya seniman Ketoprak, bahkan Gramedia pun turut terdampak karena toko sempat tidak buka karena mall tutup,” katanya.

Pihaknya berharap, bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi para penerima dan memantik kepedulian dari elemen masyarakat lainnya.

Baca Juga:  Pasar Inis di Desa Brondongrejo Bakal jadi Smart Village

“Bantuan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral kami dan para pembaca kepada teman-teman seniman di Purworejo,” jelasnya.

Adanya bantuan DKK diapresiasi oleh Agung Pranoto. Mewakili Dinparbud, pihaknya juga mengapresiasi para pelaku seni di Kabupaten Purworejo yang masih tetap kreatif berkarya memanfaatkan berbagai sarana, khususnya media sosial, selama masa pandemi ini.

“Kami prihatin luar biasa, teman-teman seniman, tidak hanya di Purworejo kami tahu memang sangat terdampak. Harapan kami ini (bantuan DKK) bisa jadi salah satu penyemangat,” ungkapnya.

Apresiasi senada disampaikan oleh Angko Setiyarso Widodo. Dirinya menyatakan bersyukur mengingat masih ada pihak yang peduli terhadap pelaku seni di Purworejo.

Diharapkan, kepedulian dari DKK masih dapat berlanjut dengan bentuk bantuan lain, seperti fasilitasi kegiatan seni dan kerja sama lain.

“Nantinya jika ada program Kompas yang mengarah pada kemandirian seniman, kami sangat berharap dilibatkan. Kita ingin bareng-bareng membangun Purworejo, bersama-sama saling asah asih asuh untuk mewujudkan seniman yang mandiri,” tandasnya.

Baca Juga:  Prajurit Brigif 4 Mar BS Kembali dari Penugasan Konga Unifil Libanon

Sementara itu, Sekretari Pak Purwo, Edi Rusmanto, menyebut ada sekitar 50 pelaku seni tergabung dalam Pak Purwo yang tersebar di 16 kecamatan. Selama pandemi, sebagian besar mereka tidak dapat melayani permintaan tanggapan pentas dari warga layaknya sebelum pandemi.

“Dampaknya jelas sekali, selain berkurang penghasilan, ruang kreasi juga sangat terbatas,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan DKK sangat berarti mengingat selama ini belum pernah ada bantuan serupa khusus pelaku seni.

“Bukan hanya secara fisik, bantuan ini jadi dukungan moral. Kita jadi merasa bahwa seniman masih ada yang ngemong (peduli),” ucapnya.

 

Reporter : MAS/TOP

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top