Bandar Lampung

Kok Laporan Soal Dugaan Aktivitas Ilegal Perusahaan Keluarga Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Ditolak Polda Lampung?

Kok Laporan Soal Dugaan Aktivitas Ilegal Perusahaan Keluarga Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Ditolak Polda Lampung?
Kok Laporan Soal Dugaan Aktivitas Ilegal Perusahaan Keluarga Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Ditolak Polda Lampung?

Ilustrasi.


Suluh.co – PT
Tri Patria Bahuga, grup perusahaan yang menjadi bagian dari PT Dataran Bahuga Permai dilaporkan ke Polda Lampung, Selasa, 13 Oktober 2020.

Perusahaan yang masih milik keluarga eks Menhan Ryamizard Ryacudu ini dilaporkan atas dugaan aktivitas ilegal terhadap ekosistem mangrove di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan. Di lokasi tersebut, PT Tri Patria Bahuga diduga ingin membangun lokasi wisata.

Namun apes bagi Walhi Lampung, laporan tersebut ditolak oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus [Ditreskrimsus] pada Polda Lampung.

Penolakan laporan itu diungkapkan Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri. Ia menuturkan penolakan laporan itu dialaminya pasca bertemu dengan seorang petugas Ditreskrimsus.

Baca Juga:  Yonasyah Beberkan Trik Lobi di Unila

“Dia [petugas kepolisian_red] menolak laporan yang kita laporkan dengan dalil bahwa pimpinannya tidak mengizinkan apabila laporan tersebut diterima,” ucap Irfan Tri Musri kepada reporter Suluh, Selasa malam, 13 Oktober 2020.

Hingga berita ini diturunkan Polda Lampung belum memberikan keterangan resmi.

Berdasarkan paparan Walhi Lampung, perusahaan ini diduga tak memiliki izin untuk melakukan perluasan lahan di Lampung Selatan.

“Hasil investigasi kita PT itu telah melakukan landclearing yang nantinya akan dijadikan lokasi wisata. Ada sekitar 12 Hektare,” ungkap dia, Senin kemarin, 12 Oktober 2020.

“Kita duga perusahaan ini belum mengantongi izin. Hebatnya lagi, belum ada izin tapi sudah melakukan aktivitas. [Sempat] Ada penyegelan di bulan Mei, tapi aktivitas masih jalan. Ini suatu penghinaan kepada negara. Mereka juga menebang mangrove. Telah melanggar UU 32 tahun 2009 terkait izin lingkungan, tidak memiliki izin lokasi dan pemanfaat ruang laut, dia merusak ekosistem mangrove,” timpal Irfan.

Baca Juga:  Polda Lampung Mediasi Dua Kelompok di Mesuji Pasca Bentrok, Total ada 13 Korban  

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top