Bandar Lampung

KNPI Lampung Minta DPP Pusat Segera Gelar Musda Lanjutan

 

DPD KNPI Provinsi Lampung/Suluh

BANDARLAMPUNG – Menyikapi terhentinya Musyawarah Daerah (Musda) lanjutan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Lampung Ke-XIII, yang dilaksanakan, Aula Sudirman Korem 043/Gatam Lampung, Jumat (9-10 Maret 2018) lalu.

Juru Bicara KNPI Lampung, Wawan Sah Raja Tihang, akhirnya angkat bicara menjelaskan secara dasar kronologis kejadian.

Dari awal, kata Wawan, Musda ke-13 ini dihadiri oleh seluruh peserta Musda dari unsur OKP, DPD KNPI Provinsi, DPD KNPI labupaten/kota. Dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KNPI Muhammad Rifai Darus.

Bahkan, dari unsur DPP KNPI juga hadir, seperti Sirajudin Abdul Wahab (Sekjend DPP KNPI), Jubirdarsun (Wasekjend DPP KNPI), dan Arif Rahman (Pengurus DPP KNPI).

Kata Wawan, Musda KNPI semula berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan AD/ART KNPI dan Tatatertib yang telah disahkan forum musyawarah daerah. Kegiatan Musda mendapat jaminan keamanan dari Korem 043 Gatam Lampung, dan mendapatkan izin dari Polresta Bandarlampung.

Mulai dari tahapan hingga sampai dengan Sidang Pleno III sesuai Tatib Musda.

Baca Juga:  RSUD Abdul Moloek Bagikan Hewan Qurban

Pemilihan Ketua KNPI Lampung Periode 2018-2021, hingga batas waktu yang ditentukan hanya ada satu bakal calon yang mendaftarkan diri kepada Pimpinan Sidang yang dipimpin oleh Bung Jubirdarsun (Wasekjend DPP KNPI), Cikmasuri (Anggota/ Unsur MPID KNPI Provinsi Lampung), Rudian Saputra (Anggota/ Unsur DPD KNPI Provinsi Lampung), Selamet (Anggota/ Unsur DPD KNPI Tulang Bawang), Rahmat (Anggota/ Unsur OKP-GMNI).

“Setelah penyampaian visi dan misi dari calon Ketua KNPI Bung Ardito Wijaya, semestinya tahapan berikutnya menetapkan calon tunggal dan secara Aklamasi menjadi Ketua KNPI Lampung melalui persetujuan peserta musda,” papar Wawan, di Sekretariat DPD KNPI Provinsi Lampung, Selasa (13/3).

Lanjutnya, tanpa ada alasan yang jelas pimpinan sidang Jubirdarsun (Wasekjend DPP KNPI), menyampaikan kepada forum musyawarah daerah, akan meninggalkan ruangan sidang, keputusan sepihak tanpa meminta saran dengan anggota pimpinan sidang lainnya.

Hal itu, sontak mendapat interupsi dari mayoritas peserta musda. Kondisi yang semula tertib menjadi riuh, terdengar suara protes dari beberapa perwakilan OKP mempertanyakan prihal pimpinan sidang akan meninggalkan arena musda.

Baca Juga:  Verifikasi Data P3D Ditargetkan Selesai Awal Maret 2018

“Lalu pihak Korem 043 mencegah terjadinya kericuhan,  menghentikan sementara kegiatan musda KNPI Lampung,” ucap Wawan.

Juru Bicara KNPI Lampung, Wawan Sah Raja Tihang/Suluh

Hari Kedua, pada Sabtu pagi (10/3),  Kapolda Lampung Irjend. (Pol). Suntana, didampingi Kapolresta Bandarlampung Kombes (Pol) Murbani Budi Pitono, bersama anggota Kepolisian Daerah Lampung, setelah mendengarkan adanya laporan terjadi keributan diarena Musda mendatangi tempat berkumpulnya pimpinan sidang, peserta Musda dan kandidat, ketua, di Hotel Swiss-Belhotel Bandarlampung.

Kapolda melakukan dialog langsung dengan panitia, pimpinan sidang, perwakilan peserta dan kandidat ketua, dan dilakukan kesepakatan bahwa pelaksanaan Musda KNPI Lampung akan dilanjutkan dengan mendapat jaminan keamanan dari Kepolisian Daerah Lampung.

“Pada saat panitia menyiapkan tempat dan kelengkapan Musda, serta mengumpulkan peserta Musda, kembali pimpinan sidang dari unsur DPP menghilang dan belakangan diketahui kembali kejakarta tanpa alasan yang mendasar,” jelas Wawan.

Kemudian, panitia berkali kali dihubungi oleh Polresta Bandarlampung tentang kepastian pelaksanaan Musda, sedangkan panitia menunggu kesiapan dari pimpinan sidang (Unsur DPP) yang tak kunjung hadir diarena Musda.

Baca Juga:  Pj. Gubernur Lampung Boytenjuri Fokus pada Kelancaran Arus Mudik 2019

Saat ini terjadi kesimpangsiuran informasi terkait terhentinya pelaksanaan Musda. Untuk itu demi menjaga kondusifitas dalam dinamika kepemudaan Provinsi Lampung, serta  menjaga marwah KNPI.

“Untuk langkah kedepannya, kami tinggal menunggu apa keputusan dari DPP KNPI. Karena ketua KNPI di Lampung tidak boleh kosong. Harapan kami meskipun di Jakarta kami siap. Karena ini sifatnya sesuai dengan amanat AD/RT,” tandasnya.(HI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top