Modus

Kinerja BNNP Lampung Jadi Sorotan

Kepala BNN Provinsi Lampung Brigadir Jendral Polisi Tagam Sinaga, SH/Tommy Saputra

BANDARLAMPUNG – Kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung sedikit diragukan. Hal ini terkait, tidak jelasnya penanganan kasus penangkapan dua kurir narkoba asal Aceh.

Saat itu, BNNP Lampung menyatakan dua tersangka itu merupakan pesuruh PH, narapidana yang mendekam di LP Narkotika Wayhui Lampung Selatan.

Namun, hingga saat ini, BNN belum berhasil memeriksa PH dengan alasan yang tidak rasional.

“Kepala BNN sudah menemui langsung Kakanwil Kemenkumham untuk koordinasi. Pihak mereka menjanjikan untuk mengantarkan napi PH ke kantor BNNP. Namun, kita tunggu hingga kini tidak juga diantar,” kata Kepala Bidang Pencegahan BNNP Lampung, Ahmad Alamsyah, belum lama ini.

Namun, keterangan Ahmad Alamsyah tidak sesuai dengan klarifikasi yang diperoleh dari Erwin Setiawan Yunianto selaku Kasubid Pelaporan Humas, Teknologi Informasi Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham.

Baca Juga:  Sepak Terjang Pengedar Narkoba di Waykanan Berakhir

Menurut Erwin, dirinya justru belum mengetahui terkait adanya dugaan keterlibatan seorang napi berinisial PH di Lapas Wayhui dalam jaringan narkoba asal Aceh tersebut.

“Saya kurang tahu, mungkin koordinasinya dengan Kakanwil,” ujar Erwin, Minggu (4/2).

Kendati demikian, sesuai prosedur jika memang BNNP Lampung ingin memeriksa seorang napi yang terlibat narkoba, Kemenkumham tidak pernah menghalangi.

“Saya belum dapat info, tapi yang jelas kami tidak pernah menghalangi proses penyelidikan kasus narkoba yang melibatkan seorang napi. Silahkan saja,” katanya.

Erwin justru mempersilahkan BNNP Lampung untuk menjemput langsung terduga PH yang katanya mendekam di Lapas Wayhui.

“Merekanya (BNNP) mungkin yang harus langsung menjemput napi itu,” ucapnya.

Sementara, menurut Kepala Pengamanan Lapas Penjara (KPLP) Narkotika Kelas II A, Lapas Wayhui, Daniel Arif, terduga bandar narkoba yang disebut BNNP Lampung berinisial PH  tidak ada dalam daftar tahanan mereka.

Baca Juga:  Terdakwa Korupsi Disdik Lamsel Sidang Estafet, 2 Pesakitan Minta Bebas

“Berdasarkan data, nama napi itu tidak ada di tempat kita, mungkin di Lapas Rajabasa,” ujar Daniel.

Karena, lanjut Daniel, di Lapas Rajabasa juga banyak napi narkoba. “Mereka salah, di tempat saya memang lapas narkoba, tapi di sana (Lapas Rajabasa_red) juga banyak napi narkoba,” sebutnya.

Diketahui, nama narapidana PH mencuat sebagai terduga pengendali narkoba di Lapas setelah dua pengedar sabu di Lampung tertangkap BNNP Lampung, Kamis (25/1/2018) lalu.

Dalam penangkapan tersebut, kedua pelaku IM dan MA dihadiahi timah panas petugas. Satu pelaku, IM, menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Saat diinterogasi petugas, MA menyebutkan PH, tahanan di Wayhuwi yang mengendalikan peredaran sabu. Sementara IM dan MA bertugas mengantarkan ke tempat-tempat yang diperintahkan PH melalui sambungan telepon.

Baca Juga:  Wow, 3 Kilo Sabu & 1.200 Inex asal Aceh Tertahan di Lampung

Dalam ekspos penangkapan IM dan MA di kantor BNNP Lampung, Kamis (25/1/2018) lalu, Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap PH paling lambat pada Jumat (26/1/2018). Namun, hingga kini pemeriksaan PH belum dilakukan.(*/HM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top