Daerah

Ki Sukamto Nakhodai PEPADI Kabupaten Purworejo 2021-2026

Ketua Ki Sukamto dan wakil Ki Wagino/MAS

Suluh.co – Ki Sukamto gantikan Ki Mukidal pimpin PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia) Kabupaten Purworejo periode 2021-2026, melalui musyawarah daerah yang digelar pada Rabu (24/3), di Hotel Sanjaya.

Perwakilan PEPADI Jawa Tengah Sunyoto, menyampaikan, meski di tengah pandemi kompetensi pribadi masing-masing seniman harus tetap dikembangkan, terlebih organisasi pedalangan, harus mampu  tetap berkarya dengan mengemban visi misi budaya.

“Reorganisasi harus terus bergulir untuk kesehatan organisasi, seniman-seniman muda bisa dilibatkan, harapannya, kebudayaan terus menjadi pagar norma-norma kehidupan,” ungkapnya.

PEPADI adalah organisasi profesi yang independen, beranggotakan para dalang, pengrawit, swarawati, pembuat wayang dan perorangan yang memenuhi persyaratan tertentu.

Baca Juga:  Pendidikan dan Ekonomi Umat jadi Pokok Bahasan BEM PTNU Jateng dan Yogyakarta

Disebut organisasi profesi karena PEPADI mewadahi  kegiatan seni pedalangan yang merupakan keahlian berkesenian khusus, sebagai sarana pengabdian dan peningkatan kualitas hidup para seniman pewayangan dan pedalangan.

Disebut independen karena PEPADI merupakan organisasi seni pewayangan dan pedalangan yang merupakan milik dari semua golongan, aliran dan seluruh strata masyarakat Indonesia.

Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Agung Pranoto, sangat mendukung berbagai kegiatan PEPADI dengan adanya alokasi dana yang diberikan pemerintah untuk mendukung kegiatan-kegiatan PEPADI.

Ketua baru Ki Sukamto mantan Camat di Kabupaten Purworejo tersebut, mengucapkan terima kasih kepada para peserta Musda yang berjumlah kurang lebih 40 orang, yang mewakili para anggota PEPADI di Kabupaten Purworejo.

Baca Juga:  Endang Lintang Hardiman Nahkodai Lapas Kelas IIA Kalianda

“Terkait program-program yang akan dilakukan kami akan adakan musyawarah dengan kepengurusan baru, selain itu juga kami akan terus bersinergi dengan berbagai komunitas, harapannya dunia kelir memasyarakatkan di tengah globalisasi,” terangnya.

 

Reporter : Mahestya Andi Sanjaya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top