Iklan
Politik

Khadafi : Bawaslu Bermain Dengan Keputusan, Pengadilan Rakyat Akan Bergerak

Para Komisioner Bawaslu Lampung, saat memimpin sidang, di Kantor Gakkumdu Lampung/Net

BANDAR LAMPUNG – Resmen Khadafi, Kuasa hukum pasangan calon nomor urut dua, Herman HN – Sutono, akan melaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung ke Bawaslu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), jika tidak serius menindaklanjuti permasalahan dugaan politik uang dari paslon Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim di pilgub 27 Juni 2018 lalu.

“Kalau ini sudah jelas kita akan melaporkannya,” katanya, Rabu, (11/7).

Meski pelaporan itu sudah teragenda dan tersusun, tetapi pihaknya saat ini akan mengikuti terlebih dahulu proses persidangan dengan telah memaksimalkan semua saksi yang telah diperiksa.

“Dalam konteks ini, kita akan melihat sejauh mana kepekaan hati Bawaslu melihat begitu Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) tindakan membagi-bagikan uang dari pasangan calon nomor urut tiga Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Nunik), dalam menangani perkara ini,” harap dia.

Baca Juga:  Bersama Panwas, Polres Grebek Ribuan Atribut Arinal Nunik

Ketika permasalahan ini dilihat dengan hati dan pikiran yang jernih serta tanpa ada tekanan dari pihak lain, ia menilai bahwa pihaknya akan memenangkan proses gugatan tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan meminta para lembaga penyelenggara pemilu untuk menindaklanjuti proses ini secara tegas dengan banyaknya kejanggalan.

Ia mencontohkan, dengan begitu massifnya pelanggaran yang dilakukan oleh paslon tersebut, tetapi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menyatakan tanpa catatan dan sebagainya.

“Apapun itu keputusannya nanti, rakyat Lampung yang akan menilainya. Karena begitu banyaknya masyarakat yang tidak mendapat undangan dan tidak memilih kok bisa-bisanya KPU tanpa ada catatan,” ujarnya.

Khadafi sapaan akrab Resmen Khadafi, menegaskan bahwa sistim demokrasi dari perjuangan para pendiri bangsa saat ini terlihat sangat menyedihkan.

Baca Juga:  Bawaslu lampung Panggil Direktur Rakata Institute

“Karena sebagai generasi penerus bangsa, ternyata kita telah membiarkan terjadinya kolonialisasi terhadap sistim demokrasi dengan dikangkangi oleh pengusaha-pengusaha hitam yang tidak mau melihat Lampung kedepan lebih maju,”ucapnya.

Politik uang ini, kata Khadafi, telah merusak urat saraf seluruh masyarakat Lampung dengan dimanjakan melalui pembagian sejumlah uang untuk memenangkan ajang pesta demokrasi lima tahunan tingkat provinsi tersebut.

“Kedepan, siapapun yang ikut berkonstelasi di politik, maka akan dihadapkan dengan pragmatismenya masyarakat Lampung akibat prilaku para politisi yang telah melacurkan dirinya ke pengusaha,” ucapnya.

Oleh karena itu, jika para penyelenggara pemilu ini tidak serius dalam menindaklanjuti dugaan masalah politik uang, selain akan melaporkan Bawaslu ke Bawaslu RI dan DKPP, pihaknya juga akan menyerahkan permasalahan ini ke rakyat.

“Saya rasa kalau rakyat bergerak maka keadilan akan ditegakan oleh rakyat. Ketika hakim yang mengdili sengketa TSM ini tidak bisa menggunakan hati dan logika yang jernih untuk memutus keadilan. Maka hampir 9 juta penduduk Lampung yang akan menghakiminya,” ucapnya.

Baca Juga:  Cara Kotor Arinal Djunaidi, Buat Barlian Mansyur Mundur Dari Partai Golkar

“Silahkan apa yang akan dilakukan rakyat Lampung dengan komisioner, pengusaha dan calonnya. Karena pak Herman HN murni dipilih rakyat tanpa bagi-bagi uang  untuk membeli suara rakyat. Tetapi dengan menjual program yang bisa mensejahterakan rakyat untuk lima tahun kedepan,” pungkasnya.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top