Iklan
Bandar Lampung

Ketua DPRD Lampung Kawal Proses Hukum Penganiayaan Perawat

Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, menegaskan, penganiayaan keluarga pasien kepada Ferry Fadli, selaku Perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung, agar proses hukumnya tetap berjalan.

Dedy Afrizal, yang juga Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lampung, menjelaskan, aksi ini dalam rangka membentuk jiwa korsa sebagai bentuk kaderisasi dalam penguatan organisasi.

“Pelaku pada kejadian seperti ini harus diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena kejadian itu merupakan bentuk dari pengeroyokan. Terlebih korban sedang dalam masa bertugas,” jelas Dedy.

Baca Juga:  Lampung Tuan Rumah Sarasehan Hasil Mubes Pemuka Agama

Ia menjelaskan, pihaknya ingin nama baik profesi dan nasib Fery terlindungi.

“Fery tidak melakukan penyerangan, tetapi melindungi diri. Namun fery justru dilaporkan dan akan terkena pasal 352 KUHP dengan hukuman 3 bulan. Tetapi predikat terpidananya akan merusak harga diri profesi dan akan merusak mental para perawat,” ujarnya.

Dedy menyampaikan kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, hal ini harus dalam koridor hukum, dan tegak lurus dalam penegakan hukum.

“Saya tidak memdukung mediasi damai, tetapi kami minta penegakan hukum kepada pelaku,” jelas Dedy.

 

Sebelumnya, ribuan perawat perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung kembali menggelar aksi menuntut proses hukum terkait penganiayaan perawat Instalasi Gawat Darutat (IGD) Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUDAM) Ferry, agar segera dilaksanakan.

Baca Juga:  Dua Minggu Nelayan Pulau Pasaran Tak Dapat Ikan

Menurut Kepala Bagian Humas RSUDAM, Akhmad Sapri, aksi ini merupakan bentuk protes dan tuntutan perawat kepada pemerintahan karena terkesan mengabaikan proses hukum Ferry.

“Ya, ini ada ribuan perawat perwakilan dari 15 kabupaten/kota yang ikut dalam aksi ini. Mereka semua hadir karena 1 tujuan, yaitu menyegerakan proses hukum soal penganiayaan Ferry dan menginginkan adanya perlindungan melalui undang-undang dalam pelaksanaan tugas perawat,” paparnya saat ditemui di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur.(DD/LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top