Bandar Lampung

Ketua DPRD Lampung Dinilai Berpihak

Puluhan masyarakat, menggelar aksi unjuk rasa terkait perseteruan pasien dengan oknum perawat di RS Abdul Moeloek/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal sekaligus ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung, diminta agar tidak memihak.

Hal ini disampaikan keluarga pasien yang berseteru dengan salah satu perawat di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek (RSUAM) dalam aksi damai, di Lapangan Korpri, Rabu (2/5).

Puluhan masyarakat meminta agar Ketua PPNI Lampung berada di tengah masyarakat. Tidak memihak satu sisi.

“Tolong persoalan ini jangan dipakai untuk politik. Suara DPRD dari rakyat, bukan hanya dari perawat,” ujar Koordinator Aksi Hendra.

Hendra juga menyampaikan, kepada Penjabat Sementara (PJs) Gubernur Didik Suprayitno, untuk memberikan ruang untuk bertemu, guna mendiskusikan persoalan yang tengah dihadapi antara perawat dengan keluarga pasien.

Baca Juga:  Nama Ibunya Salah Tulis, Remaja Ini Pecahkan Kaca Pemkot Bandar Lampung

“Kepada Pjs Gubernur Lampung, agar melihat persoalan ini lebih jauh lagi. Kami masyarakat butuh keadilan. Karena ini sudah ditunggangi oleh kepentingan politik,” ucapnya.

Ia menegaskan, rekaman CCTV yang ada di RS Abdul Moeloek merupakan bukti kuat dari persoalan di antara pasien dengan perawat.

“CCTV yang menjadi bukti kuat tidak pernah dimunculkan. Kemana CCTV-nya,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Provinsi Lampung sekaligus Ketua PPNI Dedi Afrizal bahwa pihaknya terus melanjutkan persoalan ini kepenegak hukum. Kata dia ini dilakukan merupahkan profesi perawat.

“Kita tidak mau ini  terulang kembali  kepada perawat-perawat di Indonesia. Alalagi PPNI pusat memberikan atensinya dengan upaya hukum,” kata dia.

Untuk diketahui, persoalan ini dimulai ketika keluarga pasien membawa istrinya berobat ke RS AM, Selasa (27/3), pukul 12:00 WIB.

Baca Juga:  Perhutanan Sosial Wujudkan Implementasi Nawacita

Pada saat itu, antara keluarga pasien dengan perawat terlibat percekcokan yang berujung dengan saling melapor ke Polresta Bandar Lampung.

Percekcokan dimulai pada saat pendaftaran pasien yang ingin berobat.

Menurut pihak rumah sakit mewakili Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sapri, keluarga pasien melakukan kekerasan terhadap perawat jaga di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Sementara menurut keluarga pasien, yakni Yansori. Ia menyatakan, dirinya tidak terima atas kesulitan pada saat membawa istrinya berobat ke RSUAM.

Terlibat percekcokan, Yansori malah dipukul dan anaknya yang berada di lokasi kejadian dikeroyok oleh perawat.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top