Iklan
Modus

Kesal Saudaranya Ditipu, Napi Rutan Way Hui Diikat Oknum Sipir

Narpidana Rutan Way Hui diikat oleh oknum sipir/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Apriyansah, narapidana penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Way Hui, Bandar Lampung, diikat dalam sebuah tiang oleh oknum sipir lantaran sakit hati, saudaranya menjadi korban penipuan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum HAM Lampung, Edi Kurniadi membenarkan  perlakuan intimidasi yang dilakukan oknum sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1A Way Hui, Bandar Lampung.

Ia mengaku, telah melakukan klarifikasi atas kejadian itu. Dan berdasarkan keterangan yang didapatnya, kejadian tersebut benar.

“Saya sudah klarifikasi ke sana, kejadian itu benar terjadi,” ujarnya, Rabu (4/9).

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum-HAM Lampung ini pun menegaskan, bahwa  perlakuan yang diperbuat oleh oknum sipir tersebut tidak dibenarkan.

Baca Juga:  Pemerintah Kompak Dukung Iklan Bir Hitam

“Kita pastikan itu menyalahi aturan dan yang bersangkutan akan dikenai sanksi karena etika petugas seharusnya tidak bisa seperti itu,” terangnya.

Apriyansah yang mendapat perlakuan itu dikatakan olehnya bukanlah tahanan dalam kasus tindak pidana korupsi melainkan tahanan tindak pidana penipuan.

“Itu bukan tahanan kasus korupsi, dia tersandung kasus penipuan sesuai pasal 378 KUHP,” ungkapnya.

Perlakuan oknum sipir tersebut, terjadi lantaran rasa sakit hati sang oknum. Dalam hal ini, dirinya adalah saudara dari korban penipuan yang dilakukan oleh Apriyansah.

“Jadi sipir ini punya saudara. Saudara dia itu ditipu sama Apriyansah. Sipir itu kesal,” katanya.

Kemudian penyebab lainnya, dikabarkan karena  pihak Rutan juga melakukan penindakan terhadap Apriyansah atas kepemilikan Handphone yang jelas menyalahi aturan.

Baca Juga:  Komisi III Soroti Infrastruktur Jalan di Bandar Lampung Yang Asal Jadi  

“Sesuai aturan, peredaran Handphone tidak dibenarkan. Awalnya dia mengelak, tapi kita bisa buktikan kalau Apriyansah ini punya Handphone. Sehingga dia juga dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Peristiwa yang terlanjur terjadi tersebut, sangat disayangkan. Dan Kanwil Kemenkum HAM Lampung pun berjanji  akan lebih memperhatikan hal demikian sehingga tidak akan terulang lagi.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top