Iklan
Modus

Kerajaan Sekala Brak Tindaklanjuti Pelecehan Seno Aji Terhadap Pakaian Adat

Sultan Kepaksian Pernong, Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH, MH yang bergelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23/Net

BANDAR LAMPUNG – Beredar informasi dugaan pelecehan terhadap pakaian adat Sai Batin yang dilontarkan oleh oknum petinggi organisasi Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Lampung melalui Grup WhatsApp Ini Lampung, Senin (9/7).

Akibatnya, Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

Dugaan pelecehan pakaian adat yang dikenakan calon anggota DPD RI Amir Faizal Sanzaya oleh oknum petinggi AMPG Seno Aji tersebut sontak menuai kontroversi.

Dalam celetukan Seno Aji di grup itu menyebut, pakaian adat dari Pesisir Provinsi Lampung tersebut menyerupai sosok mahkluk yang disebut Jin.

Baca Juga:  Pembunuh Pacar Mantan Istri Minta Keringanan Hukuman

“Foto ini kenapa sudah ada tanduknya? Mirip jin pencabut nyawa,” bunyi kutipan Seno Aji dalam grup dan sempat dihapusnya saat penghuni grup lainnya mengomentari.

Diduga, Seno Aji mengomentari foto Amir Faizal yang mengunakan penutup kepala kebanggan masyarakat Adat Sai Batin.

Atas celetukan Seno Aji, tokoh adat Saibatin Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong, Panglima Alip Jaya, secepatnya akan mengumpulkan keluarga besar Sekala Brak guna menyikapi dugaan pelecehan pakaian adat yang merujuk pada Saibatin.

“Atas dugaan penghinaan yang disampaikan Seno Aji, selanjutnya besok saya akan kumpulkan seluruh para Bahatur, Punggawa, Hulu Balang dan minak muakhi sekeluarga besar kerajaan Adat Paksi pak sekala Brak. Agar bisa ketemu kita di Bandar lampung besok, untuk membahas kesombongan salah seorang yang telah mengusik kita. Terimakasih salam santun,” ujarnya kepada awak media saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga:  Wakil Gubernur Jajaki Potensi Teluk Lampung

Sementara itu, ketika di konfirmasi awak media terkait dugaan pelecehan pakaian adat Saibatin, Seno Aji menampik tudingan tersebut. Dirinya berkilah, celetukannya dalam pesan grup WhatsApp Ini Lampung tidak ada kaitannya dengan pakaian adat yang dikenakan Amir Faizal.

“Itu semua harus diluruskan tidak ada bahasa saya yang menyebut kikat Hanuang bani. Dan mengkaitkanya dengan bahasa yang kurang baik atau tidak benar. Bahasa itu tidak ada kaitanya dengan pakaian yang dikenakan bang Amir,” pungkas dia.(Rls/LS/NEt)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top