Bandar Lampung

Kerabat Bupati Pesawaran, Sonny Zainhard Dijadwalkan Hadir Pada Sidang Kasus RSUD Pesawaran

Foto: istimewa

BANDAR LAMPUNG – Sonny Zainhard, selaku Kerabat Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, dijadwalkan akan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi RSUD Pesawaran, pada Kamis (19/3) esok, di Ruang Bagir Manan, Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang.

Jadwal sidang lanjutan berdasarkan dengan jadwal yang tertera di dalam situs SIPP PN Tanjung Karang, dimana tertulis bahwa sidang lanjutan perkara korupsi pembangunan lantai 2 dan 3 RSUD Pesawaran tersebut, dengan agenda sidang mendengarkan keterangan saksi.

Dari informasi yang dihimpun, saksi yang dijadwalkan akan dihadirkan dalam sidang lanjutan besok adalah Sonny Zainhard Utama dan seorang bernama Mursalin, yang juga sebelumnya telah diperiksa dan dimintai keterangannya oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi Lampung.

Baca Juga:  Dinas PUPR Lampung Mulai Perbaiki Jalan RE Martadinata

Diketahui bahwa nama Sonny Zainhard Utama merupakan seorang yang memiliki hubungan sangat dekat dengan Bupati Dendi Ramadhona, yang juga turut memiliki pengaruh kuasa di Kabupaten Pesawaran, lantaran statusnya yang sebagai kerabat.

Sesuai dengan dakwaan milik terdakwa Juli selaku rekanan proyek, Sonny Zainhard Utama diduga merupakan pemilik dari paket proyek pekerjaan jasa konsultasi perencana kegiatan pengadaan Gedung Rawat Inap Lantai 2 dan 3 RSUD Pesawaran di tahun anggaran 2018 lalu.

Yang ia berikan kepada seorang bernama Mursalin, dan yang selanjutnya dijual oleh Mursalin kepada terdakwa Juli dengan fee proyek sebesar Rp300 juta.

Terdakwa Juli sendiri, bersedia membayar mahar tersebut lantaran tergiur dengan nilai paket proyek sebesar Rp1,036 miliar, yang dalam perjalanannya tiba – tiba diubah oleh Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Harun Tri Joko selaku pengguna anggaran, menjadi hanya senilai Rp36 juta saja.

Baca Juga:  APBD Tahun 2018 Miliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Capai Rp 93,8 Miliar

Perubahan tersebut pun diduga telah diketahui oleh Mursalin, sebelum ia menjualnya ke tangan terdakwa Juli, hingga alhasil pekerjaan proyek ini pun serba kekurangan dan asal – asalan, lantaran terdakwa yang merugi dan pada akhirnya mengakibatkan kerugian negara sebanyak Rp4,8 miliar.(TIN)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top