Modus

Kepolisian Lampung Utara Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Yogi Andika

Kuasa hukum almarhum Yogi Andika,usai menemani kerabat almarhum melaporkan dugaan penganiayaan di Polres Lampung Utara/LS

KOTABUMI – ‎Kepolisian Resor Lampung Utara (Polres Lampura), terus‎ mendalami laporan FH (56) untuk mengungkap misteri penyebab di balik tewasnya Yogi Andika (32) pada Juli 2017. Diketahui, almarhum sendiri dikabarkan pernah bekerja sebagai supir pejabat penting di Lampung Utara.

‎Berdasarkan laporan FH ‎dengan nomor laporan : LP/237/III/Polda Lampung/SPKT Res Lam Ut, pada tanggal 20 Maret 2018, ‎korban ‎diduga meninggal dunia akibat penganiayaan yang diterimanya.‎ Sayangnya, baik ia dan kuasa hukumnya memilih bungkam saat ditanya seputar laporan tersebut. ‎

‎‎”Kami akan membentuk tim untuk menyelidiki peristiwa tersebut karena kejadiannya terjadi pada pertengahan tahun lalu,” terang Kapolres AKBP Eka Mulyana kepada sejumlah wartawan, (21/3) lalu.

Baca Juga:  Polsek Penawartama Identifikasi Penemuan Mayat Tergantung di Tiang Jemuran

Lanjutnya, penyelidikan ini untuk memastikan sejauh mana kebenaran kejadian nahas yang menimpa almarhum tersebut. Tentu, waktu yang diperlukan dalam kasus ini pun tak sebentar. Terlebih, belum ada saksi maupun tersangka dalam kasus ini.

‎‎”Kami sudah menerima laporan peristiwa pembunuhan, tetapi tidak memiliki saksi apalagi tersangkanya belum ada. Untuk itu, kami akan mendalami dulu sejauh mana kebenaran peristiwa tersebut,” jelasnya.

Lantaran masih melakukan penyelidikan, ia mengaku tidak akan buru – buru menentukan siapa pelaku maupun dalang yang diduga terlibat dalam dugaan penganiayaan tersebut. Sebab, ada jeda waktu yang cukup lama antara kejadian dan pelaporan.

“Kami enggak mau gegabah untuk menentukan siapa pelaku maupun dalangnya karena kejadian ini sudah lumayan lama, sedangkan laporannya baru kemarin,” terangnya.

Baca Juga:  Polres Way Kanan Amankan Pelaku Pencabulan

Sementara itu, FH, usai membuat laporan sedikit menceritakan kronologis peristiwa yang dialami anaknya.

“Peristiwa nahas itu terjadi sekitar 7 (tujuh) bulan yang lampau. Ketika itu, anak saya Yogi Andhika pulang ke rumah dengan sekujur tubuh penuh luka dan memar. Kepala bagian belakangnya pecah. Di punggungnya penuh dengan luka semacam sundutan api rokok. Bahkan ketika itu, anak saya sempat mengeluarkan muntah dengan darah yang mengental,” tutur FH.

Dikatakannya lebih lanjut, dengan perasaan yang hancur lebur dan penuh tanda tanya, dirinya bersama dengan keluarga dengan serta-merta mengantarkan almarhum Yogi Andhika ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek, guna memberikan pertolongan pada anaknya tersebut.

“Almarhum Yogi hanya mampu dirawat selama 5 (lima) hari. Karena kami tidak memiliki biaya untuk pengobatan, maka diputuskan untuk merawat almarhum di rumah. Meskipun pihak rumah sakit melarang karena kondisi almarhum Yogi saat itu sangat parah dan masih membutuhkan perawatan intensif,” ujar ibunda almarhum.

Baca Juga:  Lampura dan Tubaba Masuk Wilayah Terburuk Dalam Pencegahan Korupsi

Menurut keterangan keluarga almarhum,  almarhum Yogi Andhika sempat mengatakan mengalami penganiayaan oleh  sejumlah oknum dekat dalam lingkaran ‘Tokoh Wahid’ dimaksud.(FH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top