Modus

Kepala Kejari Balam Bantah Terima Suap Rp 1,5 Miliar dari Fee Proyek Lampura

Kepala Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Yusna Adia/Suluh/TIN

BANDAR LAMPUNG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung, Yusna Adia, membantah adanya aliran dana suap fee proyek Lampung Utara (Lampura) ke dirinya.

Keterangan terkait penyebutan nama dirinya dalam lingkaran aliran dana suap fee proyek Lampura, itu diungkap dalam kesaksian seorang kepala seksi Dinas PUPR Lamura pada sidang lanjutan perkara suap fee proyek Lampura, Senin (13/1) kemarin.

Yusna Adia, pun secara tegas membantah keterangan saksi yang terungkap dalam fakta persidangan, yang menyebut namanya telah menerima aliran dana suap fee proyek  sebesar Rp1 miliar, melalui kepala seksi datun Kejari Lampura dan sebanyak Rp500 juta yang diberikan melalui kakak kandungnya.

Baca Juga:  Pemkab Lampura Dukung Kegiatan Bonsaivaganza 2019,

Mantan penjabat Kepala Kejari Lampura di tahun 2016 – 2017 ini, berucap sumpah dan mengatakan dirinya tidak pernah sama sekali menerima aliran dana tersebut.

“Saya tidak memperdulikan tentang opini yang terbentuk mengenai pemberitaan ini setelah adanya keterangan yang terungkap dari kesaksian Fria Afris Pratama,” tegas Yusna, kemarin.

Diketahui dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek Lampura, Fria Afris Pratama yang hadir sebagai saksi dalam persidangan Chandra Safari, mengaku menjalankan tugasnya sebagai seorang kurir pengantar upeti kepada beberapa petinggi penegak hukum di Lampura, yang telah sesuai dengan perintah Syahbudin selaku Kepala Dinas PUPR Lampura.

Dalam keterangan saksi Fria dan Syahbudin, diutarakan bahwa uang – uang yang diberikan kepada para petinggi tersebut adalah uang yang dikumpulkan dari fee proyek para rekanan pemenang lelang dan diberikan kepada para petinggi penegak hukum dengan tujuan agar proses lelang proyek tidak akan diganggu dan berjalan seperti rencana awalnya.(TIN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top