Modus

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara Divonis Bui 4 Tahun

Kepala Dinas Kesehatan nonaktif Kabupaten Lampung Utara, Maya Metissa/Istimewa

Suluh.co – Kepala Dinas Kesehatan nonaktif Kabupaten Lampung Utara, Maya Metissa, divonis penjara selama empat tahun dengan dikenakan pidana denda sebesar Rp300 juta, dan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp1,9 miliar.

Putusan tersebut dibacakan oleh hakim ketua Siti Insirah, pada gelaran sidang lanjutannya di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang pada Rabu pagi (30/12), dengan hasil putusan yang lebih ringan dari tuntutan yang dibacakan oleh jaksa pada gelaran sidang sebelumnya.

“Dengan ini mengadili terdakwa Maya Metissa, dinyatakan bersalah telah melanggar pasal 3 junto pasal 18 ayat 1 huruf B Undang – Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 64 ayat 1 KUHP,” terang hakim ketua di persidangan.

Dalam pembacaan amar putusannya, Maya Metissa pun akhirnya dihukum dengan dikenakan pidana penjara selama empat tahun dan pidana denda sebesar Rp300 juta, dengan ketentuan apabila tidak sanggup membayar maka akan digantikan dengan pidana kurungan badan selama dua bulan.

Baca Juga:  Tim Investigasi Dugaan Malpraktek RS Asy Syifa Medika Tak Ungkap Hasil ke Publik

Terdakwa pun diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp1,9 miliar, dengan ketentuan apabila ia tidak sanggup membayar dalam waktu paling lama satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, namun jika ia tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar pidana uang pengganti tersebut, maka akan digantikan dengan pidana kurungan badan selama dua tahun dan enam bulan.

Diketahui putusan yang dibacakan oleh majelis hakim kali ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut Maya Metissa dihukum penjara selama lima tahun dan enam bulan, dengan dikenakan denda sebesar Rp300 juta dengan subsidair denda yaitu penjara selama enam bulan, dan dikenakan pidana uang pengganti Rp2,1 miliar, dengan subsidair uang pengganti yaitu penjara selama tiga tahun dan enam bulan.

Baca Juga:  Dapat Mandat Dari Mendagri, Pjs Gubernur Didik Serahkan Cinderamata Ke KPU dan Bawaslu Pusat

Hal – hal yang meringankan menurut hakim dalam vonis hukumannya kali ini adalah, sikap terdakwa yang sopan selama proses persidangan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga, serta adanya niat baik dari dirinya yang telah mencicil uang kerugian negara yang diakibatkan oleh ulahnya sebesar Rp200 juta.

Sementara itu menanggapi hasil putusan dari majelis hakim kali ini, pihak jaksa penuntut dan kuasa hukum dari terdakwa menyatakan sikap untuk pikir – pikir selama satu minggu kedepan, untuk selanjutnya diambil langkah hukum berikutnya.

Dalam dakwaannya sendiri, Kadinkes nonaktif Kabupaten Lampung Utara ini didakwa telah melakukan kejahatannya dengan cara melakukan pemotongan terhadap dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang dikucurkan ke-27 puskesmas yang ada di Lampung Utara di tahun anggaran 2017 hingga 2018, sebanyak 10 persen di setiap pencairannya.

Baca Juga:  Herman HN Janjikan Hadiah Umroh Bila Meraih Juara Umum di MTQ ke-47

Perbuatannya ini juga dibantu oleh Bendahara Keuangan Dinas Kesehatan Lampung Utara bernama Novrida Nunyai, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar.

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top