Daerah

Kepala Desa Siap Fasilitasi Polemik Paguyuban di Desa Wonoenggal

kanan-Lurah Wonoenggal Tuti Yuliati, didampingi sekertaris Zomaisri/MAS

PURWOREJO – Lurah Wonoenggal Tuti Yuliati, tanggapi polemik yang terjadi di Desa-nya, terkait perpecahan Paguyuban Wargo Santoso yang menjadi dua, hingga soal penerimaan dana Rp15 juta dari uang kas paguyuban.

berita terkait baca :  http://suluh.co/uang-koperasi-raib-anggota-desak-kades-wonoenggal-gelar-mediasi/

Saat ditemui wartawan Suluh.co di balai Desa Wonoenggal, Selasa (25/8), Tuti Yulianti didampingi sekertaris Zomaisri, Kusyanto Kaur Umum, Buntarno Kaur Perencanaan dan Nurul Kaur Keuangan, beserta ketua kelompok I Sumono dan anggotanya Supartiningsih serta Sami.

Tuti Yulianti menyampaikan, apa yang terjadi sebenarnya sudah difasilitasi oleh pihak desa. Dimana pada Jumat (14/8), kelompok 1 dari Paguyuban Wargo Santoso yang terdiri dari kepengurusan lama mendatangi desa, untuk meminta bantuan mediasi atau bertemu dengan kelompok 2 pengurusan baru.

Baca Juga:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni Terjadi Malam Ini

“Setelah pertemuan di hari Jumat tersebut, saya menyampaikan bahwa hari Senin akan kami panggil. Dan tepat di hari Senin, kelompok 2 datang ke balai desa namun kelompok 1 tidak hadir,” ucapnya.

Pada pertemuan di hari Senin, kelompok 2 sudah bersepakat untuk membubarkan kelompok dengan membagi uang senilai kurang lebih Rp15 juta, dengan nominal peranggota menerima Rp800 ribu.

“Karena kelompok 2 sudah tidak mau melanjutkan paguyuban, kami pihak desa tidak bisa melarang hal tersebut, karena semua kembali lagi ke mereka,” terangnya.

Dilanjut pada hari Rabu, datang kembali kelompok 1, dimana meminta untuk diadakan mediasi lagi.

“Saya sudah berusaha menyampaikan kepada kelompok 2 terkait permintaan kelompok 1, karena kelompok 2 sudah bubar. Saya juga tidak bisa memaksa, jika memang ingin bermediasi silahkan kondisikan sendiri,” katanya.

Baca Juga:  Uang Koperasi Raib, Anggota Desak Kades Wonoenggal Gelar Mediasi

Sementara, Ketua kelompok 1 Sumono, menyampaikan bahwa pihaknya saat pergantian ketua atau reorganisasi hanya diberi buku dan uang yang telah dibagi dua, setelah itu juga ada pembagian kelompok dimana ada kelompok pengurus lama dan kelompok pengurus baru.

“Atas usulan dan permintaan kelompok, saya hanya bisa manut, jika uang tersebut harus dibagi dan menyatakan kelompok 1 bubar,” terangnya. Dalam pernyataan tersebut Sami dan Supartiningsih membenarkan.

Ditempat yang sama, Kaur Perencanaan Buntarno menyampaikan bahwa pihak desa tidak membela salah satu pihak, jika diminta untuk memfasilitasi kembali pihaknya mengaku siap.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top