Daerah

Kepala Desa Ngemplak Angkat Bicara Soal Penganiayaan dialami Warga

Kepala Desa Ngemplak Nuryanto, bersama dengan kadus 1/MAS

PURWOREJO – Menindaklanjuti pengaduan penganiayaan yang dilakukan perangkat desa Ngemplak ke Polres Purworejo dari salah satu warga desa Ngemplak Kecamatan Gebang Purworejo bernama Ario Bayu. Kepala desa Ngemplak angkat bicara.

Kepala Desa Ngemplak Nuryanto, bersama dengan kadus 1 dan beberapa orang saat ditemui wartawan di Polres Purworejo, menceritakan kronologi kejadian yang telah menyebar di media sosial.

Diceritakannya, pada saat itu dirinya sedang meninjau perbaikan jalan yang letaknya di depan rumah Bayu. Bersamaan dengan itu ia menyempatkan diri menghampiri rumah Bayu dengan mengetok pintu bukan gedor-gedor seperti yang dinyatakan oleh Bayu kepada awak media.

Pihaknya menanyakan maksud dan tujuan Bayu mengirimkan surat surat yang ditujukan kepada dinas terkait seperti dipermades, inspektorat dan Bupati untuk mengetahui penggunaan dana desa.

Baca Juga:  Buntut Panjang Penolakan Aparatur Desa, LBH Balam Dampingi Masyarakat Desa Sukadana Selatan

Sebagai kepala desa pihaknya merasa tersinggung dikarenakan hal tersebut harusnya bisa ditanyakan langsung ke desa, bukan langsung ke dinas terkait.

Harus diketahui bahwa Bayu adalah orang baru di desa tersebut namun keingintahuannya terkait desa dianggap berlebihan karena tidak melalui prosedur yang harusnya Desa sendiri bisa memberitahukan.

“Untuk surat-surat yang dikirimkan kepada BPD melalui tembusannya sedang kami proses dalam artian data data yang diminta jika itu bisa diberikan kami akan memberikannya dengan surat balasan,” ucapnya, Kamis (30/7).

Adanya tindakan yang dikatakan sebagai penganiayaan itu bermula dari cekcok atau perdebatan dengan nada tinggi antara kepala desa dan Bayu, hal tersebut mengundang massa yaitu para pekerja jalan yang ada di depan rumah Bayu, orang-orang tersebut ialah pekerja, tidak diundang atau tidak datang bersama dengan kepala desa ke rumah Bayu.

Baca Juga:  Parosil Mabsus Gulirkan Dana Kelurahan dan Insentif Posyandu

Dikarenakan merasa tidak terima jika kepala desa dituding tuding dengan tangan dan juga nada keras oleh Bayu, salah satu warga memukulkan alat plester yang digunakan perbaikan jalan ke kepala Bayu.

“Sewajarnya ketidakterimaan warga jika kepala desanya di begitu kan,” terangnya.

Tidak selang berapa lama mereka duduk untuk berkomunikasi, tidak menemukan titik terang dan datang salah satu kadus yang di situ juga ikut dalam cekcok yang berbuntut penendangan yang dilakukan Kadus kepada Bayu.

Tidak ada unsur penganiayaan yang dilakukan bersama-sama atau yang dituliskan pengeroyokan saya tegaskan tidak ada yang ada hanyalah spontanitas ketidakterimaan warga ketika kepala desa dituding puding dengan nada keras, tegasnya.(Mahestya Andi)

Baca Juga:  Polres Mesuji Gelar Cek Kesehatan Gratis di JTTS
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top