Daerah

Kepala Desa Bumi Restu Dituntut Mundur

Massa menuntut Kepala Desa Bumi Restu mundur/PLY

LAMPUNG UTARA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kecamatan Abung Surakarta, bersama masyarakat Desa Bumi Restu, menyambangi kantor desa setempat, Rabu (1/4).

Puluhan warga tersebut menuntut kepala desa setempat dicopot dari jabatannya, karena diduga tidak transparan dalam melaksanakan kegiatan desa, salah satunya mengenai dana desa (DD).

Ketua PAC Pospera, Latif, mewakili warga, menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Kades Bumi Restu.

Adapun beberapa poin yang disampaikan yaitu ,aparatur desa pakai sistem keluarga dan bantuan yang diterima oleh desa tidak di transparan pada masyarakat.

“Kartu ATM penerima PKH kenapa harus dikumpulkan ke oknum aparatur desa. Serta belanja barang/ jasa dimonopoli kades dan lagi lembaga desa pengurusnya pihak keluarga kades semua,” beber Latif.

Baca Juga:  Luapan Sungai Putus Akses Jalan di Dusun Candiwulan Pesawaran

Lanjutnya, DD yang dikerjakan oleh Mariyanto, yang notabene merupakan adik kandung kades.

“Tidak transparan dana Bumdes tahun 2017-2019, serta mengenai penerimaan DD 2015-2019,” katanya.

“Karena itu kami menuntut agar Bambang dicopot dari jabatannya, karena kami tidak percaya,” kata Latif lagi.

Dia menambahkan, dirinya yang mewakili warga didampingi Ketua DPC Pospera Kabupaten Lampung Utara, akan melaporkan ke pihak berwajib tentang indikasi kecurangan dan ketidaktransparan dalam pengelolaan kegiatan di Desa Bumi Restu yang dilakukan oknum kades.

Sementara itu, Kades Bumi Restu Bambang, ketika hendak dikonfirmasi terkait adanya tuntutan warga, enggan berkomentar dan terkesan menghindar.

”Saya belum bisa kasih komentar karena saya belum tau permasalahannya apa,” ujar Bambang singkat kepada awak media.

Baca Juga:  Siswa PAUD Lampura Gelar Karnaval

Dilain sisi Ketua DPC Pospera Juaini Adami, menjelaskan bahwa dirinya mendapat telepon dari Latif mengenai adanya puluhan warga yang mendatangi kantor desa setempat.

“Benar saya mendapat laporan ada puluhan warga yang berkumpul menyambangi kantor desa, kemudian dengan respon cepat segera saya arahkan kepada Latif untuk membubarkan diri karena mengacu kepada surat edaran Kapolri tentang Covid-19. Alhamdulillah masa segera membubarkan diri,” terang Juani.(PLY)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top