Bandar Lampung

‘Kembang Gula’ Persidangan Kasus Mustafa: Menanti Kehadiran Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim

Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian II)
Mengurut Jejak Dugaan Keterlibatan Wagub Lampung Nunik Atas Informasi KPK di Kasus Mustafa (Bagian II)

Mantan Bupati Lampung Timur, yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik. Foto: Istimewa.

Suluh.co – KPK mula-mula mendaftarkan berkas perkara mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa ke PN Tipikor Tanjungkarang pada 11 Januari 2021.

Isi berkas itu memuat hal-hal yang berkaitan dengan dakwaan kepada Mustafa. Pada akhirnya, publik diberi penjelasan saat Mustafa disidangkan perdana di PN Tipikor Tanjungkarang pada 18 Januari 2021.

Waktu itu, muncul dakwaan dari KPK, bahwa Mustafa dikatakan telah melakukan tindak pidana korupsi pada sisi suap dan gratifikasi. Muncul juga nilai Rp65 miliar yang disebut sebagai bagian dari perolehan suap dan gratifikasi tersebut.

Dalam perjalanan kasus Mustafa ini, KPK sudah memeriksa Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik untuk memberikan keterangannya di hadapan penyidik KPK.

Baca juga: Chusnunia Chalim Diperiksa KPK

Waktu berjalan, proses persidangan pada agenda pemeriksaan saksi-saksi dimulai.

Pertanyaan yang muncul kemudian; apa kepentingan penyidik KPK memeriksa Chusnunia Chalim atas dakwaan suap dan gratifikasi yang dilekatkan kepada Mustafa?

Pada Kamis, 28 Januari 2021 –dimana persidangan untuk Mustafa digelar pada agenda pemeriksaan saksi-saksi– reporter Suluh.co menanyakan perihal keberadaan Chusnunia dalam perkara Mustafa kepada jaksa sebagai penuntut umum dari KPK Taufiq Ibnugroho.

Taufiq Ibnugroho menjawab, ”nanti kita ikuti prosesnya, kan belum sampai ke sana. Sekarang kita pembuktian pada perkara suap. Nanti berikutnya kita hadirkan saksi untuk pembuktian gratifikasi”.

Juendi Leksa, yang juga sebagai pengacara Mustafa pada 28 Januari 2021 kepada reporter Suluh.co mengatakan, bahwa: ”kalau soal itu nanti kita tunggu. Tunggu di ruang sidang”.

Juendi menyebut keyakinannya terhadap proses peradilan di Indonesia dalam hal penegakan hukum, tidak lah mungkin untuk diintervensi. Juendi tak merinci dari siapa datangnya intervensi tersebut.

“Saya yakin, ruang sidang ini tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Saya yakin ketika masuk ke ruang sidang, maka kita harapkan naluri dan nuraninya itu terbuka untuk membuka karena dia disumpah,” ujar dia.

Pengacara Mustafa ini yakin seyakin-yakinnya, bahwa KPK dan majelis hakim yang menyidangkan perkara kliennya sangat profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan aturan yang ada.

“Dan kita memahami KPK profesional dan majelis hakim yang memeriksa juga profesional. Dan mereka lebih memahami bagaimana cara mendalami, dan kita akan turut serta untuk mendalami,” jelas dia.

Juendi memberikan tanggapan saat ditanya apakah sosok Chusnunia Chalim nantinya disiapkan oleh KPK untuk hadir sebagai saksi terperiksa ke ruang persidangan.

“Nanti kita lihat di persidangan. Itu bukan urusan kita, itu urusan jaksa penuntut umum, saya nggak mau mendahului, itu bukan kewenangan kita. Itu nggak baik juga. Itu nanti kita lihat di persidangan,” imbuh dia.

Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut kepada reporter Suluh.co saat ditanya soal: apakah di dalam berkas perkara Mustafa turut menuangkan sosok dan keterangan Chusnunia Chalim?

“Waduh, kalau itu saya nggak tahu persis. Kan berkas itu ribuan halaman. Banyak sekali. Mana mungkin saya baca satu per satu,” jawab Efiyanto, saat diwawancarai pada Rabu, 3 Februari 2021 di PN Tipikor Tanjungkarang.

Reporter Suluh.co menanyakan perihal sosok Chusnunia Chalim kepada M Yunus, selaku kuasa hukum Mustafa pada Kamis, 4 Februari 2021.

Ia menyebut, ”kalau terkait nama itu, saya nggak nyebut ya. Karena itu belum diperiksa”.

Reporter Suluh.co: Tapi sudah diperiksa penyidik KPK sebelumnya kan?

M Yunus: Wakil gubernur kita itu kan belum diperiksa di sini [pengadilan].

M Yunus: Jadi.. Saya tidak mau menyatakan wakil gubernur kita menerima uang, saya tidak mau menyatakan seperti itu. Nanti kita lihat saja di persidangan.

Kendati demikian, keberadaan Chusnunia Chalim akan dihadirkan sebagai saksi cukup besar kemungkinan akan diminta untuk hadir ke persidangan.

“Yang jelas dia sebagai saksi, dan nanti kita dengar bersama. Kita lihat saja nanti, apakah nanti bu wakil dipanggil atau tidak, juga saya tidak tahu,” tuturnya.

Reporter Suluh.co: Ada tidak nama itu di dalam daftar saksi [untuk perkara Mustafa]?

M Yunus: Seharusnya ada.

Diketahui, Chusnunia Chalim disebut oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah bahwa Nunik diperiksa karena diduga berkaitan dengan aliran uang yang diberikan Mustafa kepadanya, perihal mahar politik atau biaya untuk mendapatkan dukungan partai politik dalam hal ini PKB Lampung.

Memang Mustafa pada tahun 2018, mencalonkan diri untuk dipilih publik sebagai Gubernur Lampung pada Pilkada tahun itu.

Dalam kesaksian Mustafa di pengadilan, Mustafa menyebut Chusnunia Chalim telah mempermainkannya. Mustafa sudah merogoh kocek senilai Rp18 miliar untuk mendapatkan dukungan PKB sebagai modal Mustafa untuk ikut kontestasi Pilkada 2018.

Baca juga: Aliran Rp18 miliar dari Mustafa

Belakangan, Mustafa menyebut sudah menerima kembali uangnya terdahulu. Hanya saja, uang yang baru diterima baru Rp14 miliar.

Yang menjadi catatan, Chusnunia Chalim sudah pernah ditanyai pewarta perihal peristiwa pemeriksaan terhadap dirinya. Hanya saja, Nunik hanya melempar senyum sembari berlalu melewati pewarta didampingi suaminya.

Baca juga: Chusnunia Chalim Bungkam Soal Keberadaannya di Kasus Mustafa

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top