Iklan
Wisata

Kembali Digelar, Sawunggalih Art Festival 2019 Angkat Tema “Heaven & Earth“

Sawunggalih Art Festival atau Safest 2019/Flayer

PURWOREJO – Sawunggalih Art Festival (Safest) 2019 kembali digelar pada 5 dan 6 Oktober 2019 mendatang.

Dengan tema Heaven & Earth, festival ini ikut di elaborasi selain oleh seniman di luar seni pertunjukan, juga edukasi seni bagi pelajar dan mahasiswa Purworejo dalam bentuk workshop kreativitas tari, musik & seni rupa oleh para instruktur, seniman yang dipilih oleh panitia Safest.

Safest sendiri, selalu mengangkat tema dengan dampak untuk menjadi sarana renungan dan kontemplasi bersama.

“Bagaimana tema kali ini mencoba memberi pemahaman kepada kita bersama untuk lebih bisa mencintai tanah leluhur, lebih membumi dalam bersikap dan berfikir, dan semua segala kebaikan yang di lakukan dengan tulus tanpa pamrih, maka kebaikan pula yang akan kita dapat  ( surga ). Bumi leluhur adalah surga kita,” kata Nungki Nur Cahyani, Direktur Safest 2019.

Baca Juga:  Festival Teluk Stabas di Tutup Dengan Lomba Kuliner

Kata Nungki, tema ini bisa di pecah lagi dan berdiri sendiri menjadi beberapa pemahaman, yakni adanya mencintai tanah leluhur bisa menjadi mencintai tanah air kita tinggal, atau paham nasionalisme, kemudian membumi dalam bersikap dan bertindak juga.

Ini adalah rumus “genuine” yang setiap daerah-daerah di nusantara sudah punya. Misal Bali dengan Tri Hitta Karana, Islam ada berupa kitab Al-Dhifa An Al Wathan dan banyak contoh lainnya.

“Esensinya adalah  sama, yakni menciptakan kebahagiaan, kedamaian berasal dari harmonisasi diri kita, alam semesta dan pencipta,” jelas dia.

Dari tema ini, tentu saja penampil atau seniman baik dari musisi, penari dan para seniman pengisi workshop  yang akan mempersembahkan sajian dari Safest 2019 tidak akan bergeser dari rel besar ini. Mereka akan total mengeksplorasi, memadukan latar panggung yang sempurna, dalam balutan bangunan heritage tahun 1800 awal, di Stasiun Purworejo Lama.

Baca Juga:  Kemilau Ngambur 2018 Angkat 9 Potensi Wisata Desa Pesisir Barat

“Seperti tahun lalu, Safest tahun ini banyak mendapat dukungan jaringan seniman ataupun teknis. Diaspora Purworejo, Komunitas Lima Gunung Magelang, Rumah Banjarsari Surakarta, Dewan Kesenian Purworejo, Pemkab Purworejo, dan lain-lain,” papar Nungki.

Ditambah, pengisi yang berkualitas berasal dari sepenjuru nusantara.

“Mereka adalah penampil berkelas dan yang sudah terbukti dedikasi dalam bidang keprofesiannya itu. Talenta lokal dan ciri khas dari lokal juga kami sajikan,” urai Nungki.

Ia berharap, seluruh elemen bisa meluangkan waktu untuk menikmati festival terbaik di Jawa Tengah ini.(MAS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top