Iklan
Politik

Kemampuan Pola Pikir Arinal Djunaidi Terbentur Tantangan Zaman

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim/Ist

BANDAR LAMPUNG – Kurangnya pengetahuan calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, perihal e-Commerce. Menjadi salah satu bukti, bahwa Ketua DPD I Partai Golkar Lampung ini memiliki pemikiran terbatas dan tak pantas untuk memimpin Lampung.

“Kapasitas dan kemampuannya cukup terbatas dalam menjawab tantangan zaman guna mengangkat Lampung lebih baik kedepannya. Ini harus menjadi catatan penting dalam debat kandidat kemarin,” kata Akademisi Universitas Lampung, Yusdianto, Minggu (8/4).

Dengan adanya peristiwa tersebut, mengindikasikan bahwa kapasitas Arinal Djunaidi, terbatas dan tidak layak untuk memimpin Lampung di masa yang akan datang.

“Pemimpin yang memiliki kapasitas pemikiran yang luas dapat mendorong Lampung menjadi lebih baik dan bermartabat,” jelasnya.

Baca Juga:  Debat Kandidat Putaran Ke II Bangun Tradisi Baru

“Kalau hal itu saja tidak tahu, bagaimana Lampung bisa lebih baik. Roda pembangunan pemerintahan di daerah ditentukan oleh kapasitas pemimpin tersebut. ini menjadi catatan penting dalam mencari pemimpin yang memiliki kemampuan luas, serta bisa menjawab kebutuhan Lampung kedepan,” ucapnya lagi.

Oleh karena itu, kata Yusdianto, tantangan calon pemimpin kedepan bisa menjadi solusi sinkronisasi pembangunan pusat di daerah, seperti jalan tol dan menjawab kebutuhan serta mensejahterakan masyarakat Bumi Ruwa Jurai.

“Sektor infrastruktur cukup banyak, seperti pelabuhan udara, faktor ketimpangan kesejahteraan, reformasi agraria, ekplorasi laut, dan kebutuhan energi Lampung. Ini menjadi pekerjaan rumah untuk calon pemimpin Lampung nantinya,” ungkapnya.

Selain daripada itu, pihakaya juga berharap, pasangan calon gubernur – wakil gubernur nantinya bisa memberikan catatan catatan untuk menyelesaikan reformasi agraria. Pasalnya, saat ini kebanyakan tanah atau lahan di Lampung dikuasai oleh korporasi

Baca Juga:  Ridho : Pelayanan Perizinan Tidak Ada Satupun Kaca Yang Pecah

“Seharusnya, kita perlu secara langsung mendengar gimana komitmen dan pemikiran mereka. Karena dengan mendengar, paling tidak akan ada sebuah asa (harapan) bahwa hal itu akan menjadi agenda prioritas dari masing – masing paslon tersebut,” tegasnya.

“Korporasi di Lampung tidak sedikit. Ada korporasi cukup strategis, ternama, dan penguasaan lahan cukup besar. Artinya perlu ada sinergi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan gagasan para paslon,” timpal Yusdianto.(AR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top