Iklan
Bandar Lampung

Keluarga Minta Bukti, RS Abdul Moeloek Sebut CCTV Rusak

Kepala Bagian Perlindungan dan Pengembangan SDM RSUD AM Anindito Widyantoro, di depan awak media usai menerima perwakilan keluarga pasien di Gedung Diskominfo Lampung/BO

BANDAR LAMPUNG – Pihak Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) angkat bicara terkait perseteruan antara keluarga pasien dengan perawat.

Petunjuk CCTV yang merekam perseteruan antara Yansori yang merupakan keluarga pasien dengan Fery sang perawat malah dinyatakan tidak ada alias rusak.

Kepala Bagian Perlindungan dan Pengembangan SDM RSUD AM Anindito Widyantoro menyatakan hal itu di depan awak media usai menerima perwakilan keluarga pasien di Gedung Diskominfo Lampung, Rabu (2/5) siang.

“Jadi CCTV pada saat kejadian itu, kita temukan dalam keadaan rusak,” katanya.

Baca Juga:  Lampung Kekurangan Tenaga Pengajar

Sementara itu, keluarga pasien yang berseteru dengan oknum perawat RS Abdul Moeloek, Yansori, mengaku tidak gentar apabila harus ditembak mati oleh petugas kepolisian dan TNI.

Hal ini disampaikan dalam unjuk rasa di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, terkait kasus pemukulan antara keluarga pasien dan perawat RSUAM bernama Fery.

“Apabila saya salah, saya minta dibunuh, tembak saya pak. Ikhlas saya. Kalau benar saya yang mukul duluan, saya minta Allah cabut nyawa saya,” ujarnya di Lapangan Korpi, Rabu (2/5) siang.

Ia pun menyampaikan, keberadaan rekaman CCTV yang menjadi bukti kuat dari peristiwa yang dialaminya, hingga kini tidak kunjung dihadirkan oleh pihak Rumah Sakit.

Baca Juga:  Lampung Tuan Rumah Lomba Seni Nasional

“Rekaman CCTV-nya pun tidak tahu keberadaannya dimana,” ujarnya.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top