Iklan
Modus

Keluarga Korban Histeris saat Sidang Pembunuhan Kekasih Mantan Istri

Ibu kandung korban Nasrudin, di Pengadilan Negeri Tanjung Karang/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Lantaran tidak terima pengacara menghadirkan saksi meringankan untuk terdakwa perkara pembunuhan, keluarga korban mengamuk di persidangan. Meski sempat terjadi kericuhan, namun sidang tetap dilanjutkan.

Kericuhan tersebut, terjadi dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjung Karang, saat berlangsungnya sidang perkara pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Tarmiadi, terhadap kekasih sang mantan isteri bernama Nasrudin, Selasa (10/9).

Tak kuasa menahan amarahnya, ibu kandung korban Nasrudin, sembari memegang foto mendiang anaknya, memaki kedua orang saksi yang dihadirkan untuk memberikan keterangan meringankan untuk terdakwa Tarmiadi.

Kemarahan keluarganya ini, lantaran pihak keluarga korban tidak menerima dihadirkannya saksi yang meringankan untuk terdakwa. Sebab menurut mereka, saksi yang hadir tidak mengetahui sama sekali terkait kejadian yang merenggut nyawa Nasrudin tersebut.

Baca Juga:  Tersangka Pembobol Rumah Kosong Ditangkap Polisi

“Saya minta hakim menghukum seberat-beratnya pelaku. Itu anak yang saya lahirkan sejak kecil, ibu mana yang tidak sedih. Saksi itu juga gak tahu, kan tidak melihat. Intinya anak saya mati dibunuh,” kata , ibu kandung korban Nasrudin.

Gelaran sidang yang beragendakan keterangan saksi kali ini, sempat di skor oleh majelis hakim. Namun, setelah jaksa berhasil menenangkan ibu kandung korban hingga bersedia untuk keluar ruang sidang persidangan pun dilanjutkan.

Perkara ini sendiri bermula saat terdakwa yang bertandang ke rumah mantan isterinya, yang berniat untuk mengajak rujuk kembali sebagai suami isteri. Namun, sial keinginannya tersebut ditolak oleh sang mantan dan berakhir pada cekcok mulut keduanya.

Baca Juga:  Tikam Pacar Mantan Istri, Warga Langkapura Terancam Hukuman Mati

Setelah keributan itu terjadi, Tarmiadi pun pulang ke rumahnya di wilayah Kaliawi, Bandar Lampung, untuk mengambil pisau dan kembali  ke rumah sang mantan isteri, dengan maksud melanjutkan niat ajakannya untuk rujuk.

Namun, saat setibanya di rumah sang mantan, ia mendapati Nasrudin tengah asik mengobrol dengan wanita pujaannya tersebut. Hingga berubahlah niat rujuknya menjadi cemburu yang berakhir pada dihujamkannya pisau miliknya ke dada Nasrudin.

Akibat kejadian pada persidangan kali ini, pihak kuasa hukum terdakwa Tarmiadi pun akan mengajukan permohonan pengamanan dari pihak kepolisian untuk sidang pekan depan. Mengingat agenda sidang yang akan datang adalah mendengarkan keterangan terdakwa.

Diketahui dalam sidang sebelumnya, jaksa mendakwa pria 42 tahun ini melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal  338 KUHP dan  pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dan diancam pidana penjara paling berat yaitu hukuman mati.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top