Modus

Kejati Tetapkan 3 Tersangka Pengadaan Randis Lampung Timur

Asisten Pidana Khusus (Apidsus) Kejati Lampung, Andi Suharlis/TN/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Lika-liku kasus tender kurung pengadaan kendaraan dinas (randis) untuk bupati dan wakil bupati Lampung Timur menemukan titik terang.

Pasalnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pengadaan randis ini.

Adapun ketiganya yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pengadaan randis ini, yaitu SH, AD dan DY.

Mereka berperan sebagai pejabat pembuat komitmen, rekanan proyek, dan pokja.

“Randis Lamtim ini kan awal lidnya (penyelidikan) Juni 2017 ya, kemudian sampai sekarang progresnya terhitung per tanggal 31 Oktober kemarin kita sudah ekspose penetapan 3 orang tersangka“ jelas Asisten Pidana Khusus (Apidsus) Kejati Lampung, Andi Suharlis, di sela-sela pertemuan dengan awak media pada acara perpisahannya, Rabu (6/11) kemarin

Baca Juga:  Polres Pesawaran Ungkap Kasus Tindak Pidana  Pencurian

Andi pun menjelaskan, nama dan perannya masing – masing dari para tersangka.

“Jadi 3 orang tersangka itu perannya masing-masing. Adalah SH sebagai PPK, peran tersangka AD sebagai rekanan proyek, sedangkan tersangka DY sebagai pokja. Diduga ada persengkokolan antara ketiganya dalam penentuan pemenang lelang tender kendaraan dinas tersebut,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, pengadaan randis ini telah dianggarkan pada masa kepemimpinan penjabat Bupati Lampung Timur Tauhidi, yang dianggarkan dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp2.676.000.000 dan dimenangkan oleh PT. Topcars Indonesia, dengan harga penawaran sebesar Rp2.606. 460.000 pada tahun anggaran 2016.

Dari pengadaan dua kendaraan dinas ini, sesuai dengan hasil audit yang dilakukan oleh akuntan publik, didapati jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh tender kurung ini sebesar Rp680.000.000, dengan kendaraan berupa 1 unit mobil merk Toyota Land Cruiser Prado, dan 1 unit mobil Toyota Harrier.

Baca Juga:  Calon ASN Harus Memiliki Kemampuan Pelayanan

“Jadi sesuai dengan hasil dari audit yang dilakukan oleh akuntan publik, didapati besaran kerugian negara yang sebesar Rp680.000.000, dengan jenis kendaraan yaitu toyota land cruiser prado dan toyota harrier” kata mantan jaksa KPK ini.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top