Modus

Kejati Tahan Pejabat Eselon Tiga Lampung Selatan

Pidsus Kejati Lampung Beneran Tetapkan TSK ke Pejabat BPPRD Lamsel atas Kasus Dugaan Korupsi Kisaran Rp 2 M
Pidsus Kejati Lampung Beneran Tetapkan TSK ke Pejabat BPPRD Lamsel atas Kasus Dugaan Korupsi Kisaran Rp 2 M

Proses penahanan tersangka pada korupsi pajak minerba yang diduga tak disetorkan ke BPPRD Lamsel. Foto: Tinus Ristanto.

Suluh.co – YY yang sebelumnya beberapa kali tercatat tidak dapat hadir memenuhi panggilan dari Kejaksaan Tinggi Lampung, pada hari ini Selasa (5/1), resmi ditahan oleh pihak kejati sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lampung Selatan.

Dirinya bersama dengan tiga tersangka lainnya berinisial M-R, EF dan SM, telah ditetapkan tersangka pada 22 Desember 2020 kemarin, dan dititipkan sebagai tahanan selama 20 hari kedepan di rumah tahanan Mapolda Lampung serta Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Way Huwi Bandar Lampung.

Kuasa hukum tersangka YY, Muhamad Ilyas, mengaku, menampik jika YYdisebut tidak kooperatif dalam penanganan kasus ini.

Baca Juga:  BNN Lampung Antisipasi Narkoba Jelang Tahun Baru, Satu Jaringan Masuk Penyelidikan

“Beliau (YY) berhalangan dengan perkara perdata yang harus diselesaikannya, serta faktor kesehatan yang berdasarkan keterangan resmi dari dokter dan telah dilayangkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Lampung,” tegas Muhamad Ilyas.

Menanggapi penetapan tersangka terhadap kliennya tersebut, pihaknya belum memastikan adanya langkah hukum lanjut untuk menggugat status yang kini disandang oleh YY.

Namun, ia menyatakan bahwa sesuai dengan pengakuan dari tersangka, di dalam perbuatannya tersebut terdapat perintah dari atasan yang bersangkutan, yang pada akhirnya secara langsung berdampak pula kepada kliennya.

Para tersangka ini diduga telah melakukan kejahatannya dengan cara tidak menyetorkan pajak yang mereka tagih dari beberapa perusahaan, ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah serta Dinas Pendapatan Kabupaten Lampung Selatan sejak 2017 hingga 2019, yang mengakibatkan kerugian negara sebanyak Rp2 miliar.

Baca Juga:  Polisi Dalami Penganiayaan Lurah Teluk Betung Utara oleh Timses Yusuf Kohar

Dalam kasus ini, YY dan tersangka lainnya, disangkakan telah melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3, Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

Reporter : Tinus Ristanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top