Daerah

Kejari Komitmen Tuntaskan Dugaan Penyimpangan Bansos Propendakin

Kajari Purworejo didampingi Kasi Intelejen memberikan keterangan terkait perkembangan kasus dugaan penyimpangan Propendakin Purworejo 2018 di kantor Kejari Purworejo, kemarin/MAS

PURWOREJO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo, tanggapi pertanyaan publik terkait perkembangan kasus dugaan penyimpangan penyaluran bantuan Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat Miskin (Propendakin) Kabupaten Purworejo tahun anggaran 2018.

Keterangan perkembangan kasus yang menjadi temuan Kejari Purworejo itu disampaikan langsung oleh Kepala Kejari (Kajari) Purworejo, DB Susanto, saat dikonfirmasi sejumlah awak media di kantornya, Selasa (11/8).

Dugaan kasus mencuat setelah beredar surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Purworejo kepada 4 pejabat Pemkab Purworejo pada pertengahan Juni 2020 lalu.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengatahui apakah ada peristiwa pidana atau tidak,” kata DB Susanto Didampingi Kasi Intelejen, Zaenal Abidin.

Baca Juga:  Pembunuh Satu Keluarga Divonis Mati

Terkait adanya penambahan pihak yang dimintai keterangan selama penyelidikan, Kajari membenarkan. Namun, pihaknya belum bersedia mengungkapkan jumlah serta nama-namanya, termasuk nama Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, seperti yang kabarnya santer beredar di masyarakat.

Menurutnya, sangat memungkinkan pemanggilan dilakukan terhadap banyak pihak, termasuk para camat hingga kepala desa yang bersangkutan.

“Kami hanya bisa membenarkan apakah benar ada permintaan keterangan (terhadap para pihak) benar. Tetapi untuk substansinya seperti apa, kami masih dalam proses,” sebutnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait berapa lama proses penyelidikan akan berlangsung, Kajari menyatakan belum dapat memastikan. Namun, pihaknya berkomitmen untuk menuntaskannya secara profesional dan dalam waktu yang cepat.

“Terkait target, kami sebenarnya secepatnya ya. Kenapa, karena kami tidak mau berlama-lama,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Halah Bihalal Bersama Kepala Desa dan Korcam Pendidikan

Kajari menegaskan bahwa selama proses penyelidikan berlangsung saat ini, pihaknya juga belum dapat menyampaikan beberapa informasi lainnya kepada publik. Seperti terkait apa saja indikasi penyimpangan yang menjadi dasar temuan, ada tidaknya indikasi kerugian negara, serta terkait indikasi kesalahan administrasi dalam pelaksanaan Propendakin 2018.

“Tapi suatu hari nanti, teman-teman bisa mengikuti perkembangan progresnya,” tegasnya.

“Sementara ini progresnya belum siginifikan,” lanjut Kajari saat ditanya terkait progress penyelidikan.

Kajari berharap, awak media dapat terus bekerja sama dengan Kejari mengawal kasus yang sedang diselidiki. Tidak hanya itu, media diharapkan dapat turut memberikan informasi terkait pelaksanaan kegiatan pemerintahan lainnya.

“Tidak hanya Propendakin, yang lainnya monggo, silakan, kami terbuka,” tandasnya.(Mahestya Andi)

Baca Juga:  Mantan Sekcam Nurfiana Pimpin Kecamatan Ngombol
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top