Bandar Lampung

Keinginan KPK saat Kasus Korupsi Jilid II untuk Eks Bupati Lamteng Mustafa Disidangkan

KPK Soal JC Syahroni: Diterima atau Tidaknya, Ketika Proses Persidangan Berjalan
KPK Soal JC Syahroni: Diterima atau Tidaknya, Ketika Proses Persidangan Berjalan

Plt Juru Bidang Penindakan KPK Ali Fikri. Foto: Istimewa.

Suluh.co – Komisi Pemberantasan Pemberantasan Korupsi [KPK] menegaskan tim Jaksa Penuntut Umum [JPU] saat ini sedang menyusun surat dakwaan kepada eks Bupati Lampung Tengah [Lamteng] Mustafa.

Surat dakwaan ini menjadi kasus yang menjerat Mustafa kedua kalinya. Dulu, Mustafa dijerat KPK lewat Operasi Tangkap Tangan [OTT] sebagai pemberi suap. Divonis 3 tahun dan menjalani masa pidana badannya di Lapas Sukamiskin.

Sekarang, Mustafa dijerat KPK sebagai penerima gratifikasi atas fee yang didapat dari proyek di Dinas PU-PR Lamteng. Sangkaan itu menyusul dengan angka gratifikasi senilai Rp95 miliar.

Merujuk dari sisi waktu, Mustafa dimungkinkan untuk menjalani pembacaan dakwaan pada awal tahun 2021. Surat dakwaan itu nantinya telah ditetapkan segera dibaca di hadapan hakim Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang.

Baca Juga:  Tingkat Kepuasan Publik atas Kinerja Arinal-Nunik Rendah

Juru Bicara Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang Hendri Irawan mengatakan hingga 29 Desember 2020, informasi berkait dengan masuknya berkas dakwaan untuk Mustafa belum juga diterimanya.

Kendati begitu, Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri kepada reporter Suluh.co di hari yang sama menegaskan beberapa hal yang menjadi keinginan atau harapan dari lembaga antirasuah itu terhadap proses-proses pembacaaan dakwaan Mustafa.

Meski nanti sidang Mustafa dilangsungkan di Lampung, Mustafa diinginkan agar tetap berada di Lapas Sukamiskin. Kenapa demikian? dan apa alasannya?

“Karena situasi pandemi Covid-19, kami berharap persidangan bisa dilakukan melalui online sehingga terdakwa bisa tetap berada di Lapas Sukamiskin. Sedangkan tim JPU, PH dan saksi-saksi nanti bisa hadir langsung di PN Tanjung Karang,” ucap Ali Fikri.

Baca Juga:  Lecehkan Profesi Wartawan, Oyos Saroso HN Kecam Pegawai RS Abdul Moeloek

Alasan Covid-19 menjadi dalil KPK untuk tetap menempatkan Mustafa di Lapas Sukamiskin. Dalil ini nyatanya masih punya potensi untuk tidak menjadi suatu kepastian. Sebab ada hal-hal yang menurut Ali Fikri, masih perlu dibahas KPK dengan Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang.

“Tentu nanti kami akan koordinasi lebih lanjut dengan pihak PN Tanjung Karang ketika perkara kami limpahkan. Perkembangannya nanti kami informasikan lebih lanjut,” beber Ali Fikri.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top