Pendapat

Kedaulatan Pangan

Iwan Nurdin (IST) 

Oleh Iwan Nurdin

Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)

 

TANAH di tempat saya ini mudah sekali dijual. Harganya mahal menurut ukuran di sini. Soalnya banyak investor masuk, beli lahan sawah. Lalu oleh mereka dibangun perumahan, villa, hotel.

Tak lama, tempat sekitarnya juga begitu. Sayangnya, rakyat saya ini suka sekali jual tanah. Anda tahu kan bertani dan berladang tak menguntungkan.

Itulah pentingnya Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Jadi wilayah pertanian pangan khususnya sawah beririgasi tak mudah dikonversi, jawabku.

Maksudnya? Kalau anda tutup celah konversi, maka investor anda arahkan ke lokasi lain. Lokasi tersebut anda lindungi lagi dengan kebijakan kerjasama dengan warga sekitar jika masuk membangun wisata.

Baca Juga:  Rakyat Miskin Makin Banyak, Ubah Kriteria dan Garis Kemiskinan Versi BPS

Anda bisa kerjasama dengan kampus, kelompok-kelompok muda kreatif dalam mendesain kerjasama operasi dan kepemilikan. Rakyat sudah punya modal tanah, Tuhan sudah kasih anda alam yang indah dan kebudayaan masyarakat yang baik.

Hebatnya sudah banyak pelancong datang. Kenapa mesti harus berpikir  ditampung oleh pengusaha besar semua. Kalaupun besar kenapa tak ajak rakyat.

Tapi lahan pertanian tetap mudah dijual kalau harga-harga gak menguntungkan. Apakah sebagai kepala daerah anda punya kebijakan tentang kewajiban restoran, hotel, atau bahkan kantor pemda menyerap produk petani, nelayan dan ternak secara bertahap hingga kelak misalnya 50 persen?

Oh ya, apakah dinas pemerintahan anda punya pekerjaaan khusus membuka pasar bagi petani? Ada regulasi perlidungan harga dan asuransi? Belum.

Baca Juga:  Program Prukades Jadi Awal Peningkatan Budi Daya Tambak Udang

Mungkin anda layak coba. Tapi ingat, kalau mewajibkan pihak lain menyerap anda harus siapkan kelembagaannya agar pasokan mereka baik, berkesinambungan dan berkualitas.

Ajaklah anak muda di sini. Berpikirlah bentuk-bentuk koperasi, economic sharing yang sesungguhnya.

Ah Bung Kepala Daerah, ini cuma ide-ide kosong, ya…. Dirimu pasti lebih hebat, sekelilingmu ada dana, ada wewenang dan ada kuasa.

Dana kami juga terbatas. PAD rendah. Oh, tambal dulu kebocoranmu, hehehe. Pakailah sistem IT yang memastikan retribusi dan pajak daerahmu tidak bocor. Tabik! []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top