Pendidikan

Kearifan Lokal Tergerus, Kewajiban Semua Unsur Untuk Menjaga Budaya

UKM Mahkamah FH Universita Lampung/Ist

BANDAR LAMPUNG – Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) gelar UKM Mahkamah FH, acara dihadiri Hakim Mahkamah Konsitusi Dr. Manahan M.P. Sitompul, Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin, Dekan Fakultas Hukum berserta jajarannya, Kepala Badan Pertanahan Nasional Provinsi Lampung Ir. Bambang Hendrawan, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Rukka Sombolinggi, dan para peserta seminar. Acara berlangsung di Gedung E FH lantai 4, kemarin.

“Kegiatan ini dihadiri sebanyak 92 peserta yang terdiri dari berbagai daerah maupun Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Lampung, terselenggaranya acara ini berkat kerjasama dengan teman teman UKM-F Mahkamah dan Pimpinan Fakultas yang telah mendorong mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan positif,” ujar Abimanyu selaku perwaiklan panitia.

Baca Juga:  Wali Murid Ingin Kepastian dari Penundaan PPDB Tingkat SMA

Sementara itu, Dekan FH Armen Yasir, menuturkan, bahwa sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini yang sebagaimana kita ketahui masyarakat Lampung ini kental dengan adat istiadatnya, dan di sini juga ada yang mulia Hakim Konstitusi sebagai narasumber dan dapat mengulas semua permasalahan adat yang ada di Lampung.

“Desa dalam artian Armen, bahwa desa itu hanya adanya di Jawa, maka dari itu kita bisa lihat di UU No 5 Tahun 2009.  Dengan adanya perubahan konsitusi maka dibangun kembali Pasal 18 huruf (b), Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang,” jelasnya.

Baca Juga:  Saptori Bintang Alam jadi Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum Unila 2019

Senada hal yang sama, Rektor Universitas Lampung Prof. Hasriadi Mat Akin, bahwa kearifan lokal mulai tergerus, maka dari itu akademisi hukum ini memiliki tanggungjawab yang luar biasa besarnya, tidak hanya menjaga nilai tradisional yang turun temurun.

Menurut Prof. Hasriadi, bahwa hukum adat yang setelah diteliti, berasal dari agama apa saja yang telah berkembang di tanah air pasti mempengaruhi kebudayaan-kebudayaan dan menjadi tatanan kehidupan.

“Dan kita juga bisa berpeluang menjadi negara yang hebat kalau kita bisa mempertahankan tradisi-tradisi yang semua aspek dalam kehidupan sehari-hari. Teman-teman Fakultas Hukum harus bisa berjalan lebih ke depan dari yang lain, karena dengan arus teknologi juga muncul cyber crime, dan harus dibuat tatanannya dan bisa berdampak sangat kacau artinya perlu memperkuat basic di segala bidang,” pungkasnya.(RD)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top