Daerah

KBIH Fasilitasi Jemaah Haji Bayar Dam

Pembayaran DAM jemaah haji/Net

MAKKAH – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Nikmatul Akbar, mendampingi sejumlah jemaah untuk membayar dam atau denda yang dikenakan kepada setiap calon jemaah haji.

Hal tersebut dijelaskan oleh Akbar sebagai pemilik KBIH, bahwa kegiatan ini menjadi fasilitas layanannya untuk mengantarkan jemaah ke lokasi pemotongan.

Dam dalam bahasa Arab berarti denda. Dalam bentuk darah adalah menyembelih binatang sebagai tebusan atau kafarat terhadap beberapa perbuatan pelanggaran yang dilakukan ketika mengerjakan ibadah haji atau umrah.

“Jemaah Indonesia yang beribadah dengan cara haji tamattu, diwajibkan untuk membayar dam atau denda,” jelas Akbar, Kamis (1/8) waktu setempat

Pembayaran Dam tersebut juga didampingi oleh Aziz selaku Pemandu Kegiatan.

Baca Juga:  Nanang Ermantol Buka Musrenbang RKPD 2019

Kata Aziz, setiap jemaah wajib membayarnya.

“Jemaah yang melakukan haji tamattu, seperti dari Indonesia, diwajibkan membayar dam nusuk. Ibadah haji jenis ini, pada intinya setelah ihram, jemaah melaksanakan umrah wajib,” jelas Aziz.

Ihram merupakan ketentuan mengikat yang menyertainya. Kemudian dilepas hingga puncak haji.

Jemaah baru kembali berihram ketika wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, jumrah aqabah, dan tawaf ifadah.

Berbeda dengan hewan kurban yang bisa disembelih di mana saja. Penyembelihan hewan dalam pembayaran dam hanya boleh dilakukan di dalam area tanah haram atau Mekah.

Lokasi penyembelihan kambing sebagai pembayaran dam itu berada di daerah Odabiah Zaidi, yang berjarak 30 kilo meter dari Kota Makkah.(DEN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top