Iklan
Daerah

KAUMY Lampung Berpamitan Bersama Warga Korban Tsunami di Desa Kunjir

Posko Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) Lampung berpamitan bersama warga korban tsunami di desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan/LS

LAMPUNG SELATAN – Posko Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) Lampung berpamitan bersama warga korban tsunami di desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (30/1).

Ketua KAUMY Lampung, Adi Leo Saputra mengaku bahwa sejak Rabu (30/1) pihaknya telah selesai melaksanakan masa tanggap bencana di desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Alasannya, hal ini mengingat kebijakan pemerintah kabupaten Lampung Selatan terkait masa tanggap bencana akan selesai pada Kamis (31/1).

“Kemudian, kita juga melihat kondisi warga korban bencana di desa Kunjir perlahan-lahan sudah mulai membaik, sehingga masa tanggap daruratnya kita anggap selesai. Selanjutnya tinggal masa pemulihan saja, untuk masyarakatnya fokus kembali ke aktifitas normal,” kata Leo.

Berdasarkan pengamatan, ia meyakini bahwa trauma healing untuk anak-anak korban bencana perlahan-lahan sudah berkurang. Hal ini mengingat keceriaan para anak-anak  telah terlihat dalam menjalani aktifitas seperti biasa.

“Alhamdulillah trauma healing para anak-anak ini perlahan sudah berkurang,” ungkapnya.

Sejak didirikannya posko pada tanggal 26 Desember 2018 – 30 Januari 2019, kata dia, terdapat beberapa kesan dan pesan paling mendalam bersama masyarakat setempat. Disana, terlihat kuatnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar sesame masyarakat dan relawan.

Baca Juga:  Pasca Hujan Deras, Tiga Dusun di Way Panji Lampung Selatan Terendam Banjir

Ia mencontohkan, melalui dapur umum, para ibu-ibu yang menjadi korban bencana tsunami secara sukarela membantu membuat masakan untuk para relawan dan masyarakat.

“Perpisahan tadi sedikit haru dan sedih, masyarakat disana seperti merasa kehilangan. Karena masyarakat disana telah  menganggap relawan sebagai teman maupun saudara sendiri. Alhamdulillah saat berpamitan dengan kepala desa Arlizon, mereka apresiasi dan mengucapkan terima kasih untuk Kaumy Lampung yang sudah membantu meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pihaknya mengucapkan terimakasih tidak terhingga kepada Gabungan Relawan yang bersinergi pada Posko Kemanusiaan Peduli Tsunami Lampung. Karena atas bantuan dan kerjasama yang baik dalam penanganan bencana tsunami di Kalianda, Lampung Selatan sehingga masa tanggap darurat dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Ucapan ini kami sampaikan kepada  SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI),  Pengurus Pusat KAUMY,  KAUMY Riau,  MDMC Pekanbaru,  MDMC Sumatera Barat,  RS Aisyah Padang,  Mapala Universitas Muhammadiyah Jakarta, Mapala Universitas Muhammadiyah Riau,  Mapala Universitas Muhammadiyah Surakarta (Malimpa),  Mapala Univ. Muhammadiyah Purwokerto,  Mapala Fak. Hukum Universitas Padjajaran Bamdung, Univ. Muhammadiyah Lampung,  Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia, AkBid Wira Buana Metro, STIEM Kalianda,  PT.Waskita Karya Persero (Tbk) Divisi Palembang, Guru dan Siswa SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta,  Komunitas Mapala Asahan Sumatera Utara dan Para Donatur yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu,”jelasnya.

Baca Juga:  Harga Bawang Merah Dan Beras di Kalianda Turun

Selain itu, terhitung sejak hari ini, Rabu (30/1) pihaknya sudah tidak menerima bantuan lagi dari masyarakat untuk korban bencana tsunami. Oleh karena itu ia mengimbau, dengan berakhirnya keberadaan posko kemanusiaan Kaumy Lampung, maka segala sesuatu yang mengatasnamakan kaumy Lampung, bukan menjadi tanggungjawabnya lagi.

“Kami, khawatirnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum. Kalaupun ada mendirikan posko atas Kaumy, itu sudah bukan tanggungjawab kami lagi,”ucapnya.

Ia berharap, bisa segera membangun hunian sementara ataupun hunian tetap untuk warga korban bencana tsunami dan membangkitkan kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.

“Intinya agar perencanaan di daerah biar lebih aktif lagi dan masyarakat korban tsunami tidak berlarut-larut dalam kesedihan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Bencana Tsunami Selat Sunda di Kalianda, Lampung pada tanggal 22 Desember 2018 Pukul. 22.00 WIB telah meluluhlantahkan dan menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat sepanjang Pesisir Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Bahkan, dampak paling parah di Desa Way Muli Induk, Way Muli Timur dan Desa Kunjir.

Oleh karena itu, sebagai bentuk keprihatinan dan rasa empati, Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY)  Lampung bersama SARMMI mendirikan Posko Kemanusiaan Peduli Bencana Tsunami di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.

Posko Kemanusiaan didirikan mulai tanggal 27 Desember 2018 – 30 Januari 2019, terdapat beberapa program maupun kegiatan pokok yang telah dilaksanakan oleh Pengda KAUMY Lampung bersama unsur relawan lainnya. Pertama, pihaknya melakukan pendistribusian bantuan bencana kepada masyarakat berupa sembako, peralatan mandi, perlengkapan bayi dan anak-anak, pakaian layak pakai, peralatan memasak, sarung, alas tidur, alat tulis kebutuhan sekolah, pampers, obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga:  272 CPNS Ikuti Pelatihan Dasar, Akar Wibowo : Ini Diklat Tercepat Sepanjang Sejarah di Lampung Selatan

Kedua, mendirikan Toilet Emergency Air Hangat. Ketiga, mendirikan dapur umum gratis. Keempat, Mendirikan barbershop pangkas rambut gratis. Kelima, pemutaran film layar lebar di posko kemanusiaan.  Keenam, melakukan Trauma Healing pada Anak-anak Usia 6 – 14 Tahun. Kemudian, ketujuh, mendirikan hunian darurat  sementara sebanyak 1 Unit telah ditempati sebanyak 8 Kepala Keluarga.

Selain itu, berikut data bencana dampak dari Tsunami Lampung yang terdata oleh Posko Kemanusiaan, antara lain :

  1. Korban meninggal :95 Jiwa
  2. Korban Hilang : 8 Jiwa
  3. Korban Luka Berat : 22 Jiwa
  4. Korban Luka Ringan :1467 Jiwa
  5. Rumah Rusak Berat : 502 Rumah
  6. Rumah Rusak Sedang :128 Rmh
  7. Rumah Rusak Ringan : 61 Rumah
  8. Jumlah Pengungsi : 6106 Jiwa.(LS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top