Iklan
Bandar Lampung

Kasus Pemukulan di RSUAM, Yansori Rela Ditembak Mati

Yansori, warga Sukarame, Bandar Lampung, saat berorasi di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung/Ist

BANDAR LAMPUNG – Keluarga pasien yang berseteru dengan oknum perawat RS Abdul Moeloek, Yansori, mengaku tidak gentar apabila harus ditembak mati oleh petugas kepolisian dan TNI.

Hal ini disampaikan dalam unjuk rasa di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, terkait kasus pemukulan antara keluarga pasien dan perawat RSUAM bernama Fery.

“Apabila saya salah, saya minta dibunuh, tembak saya pak. Ikhlas saya. Kalau benar saya yang mukul duluan, saya minta Allah cabut nyawa saya,” ujarnya di Lapangan Korpi, Rabu (2/5) siang.

Ia pun menyampaikan, keberadaan rekaman CCTV yang menjadi bukti kuat dari peristiwa yang dialaminya, hingga kini tidak kunjung dihadirkan oleh pihak Rumah Sakit.

Baca Juga:  Politik Uang dan Suka Cita Pelantikan Arinal Nunik

“Rekaman CCTV-nya pun tidak tahu keberadaannya dimana,” ujarnya.

Hal itu ditegaskannya sebagai bentuk pernyataan sikap diri atas persoalan yang tengah dijalaninya.

Untuk diketahui, Yansori merupakan suami dari Hayati yang terlibat cekcok dengan perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Abdoel Moeloek (RS AM) Bandar Lampung, Selasa (27/3) lalu.

Usai percekcokan, kedua belah pihak yakni perawat dan dirinya melakukan pelaporan atas perseteruan yang dialaminya. Laporan itu dilakukan di Polresta Bandar Lampung.

“Saat ini sudah dalam penyelidikan kami. Berkas keduanya sudah kami terima,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono.(BO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top