Iklan
Modus

Kasus Pelecehan Seksual di Provinsi Lampung Terus Meningkat

Pelecehan seksual/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, beberapa kasus seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemerkosaan, trafficking, penganiayaan, kesehatan reproduksi, dan anak berhadapan hukum (ABH), di Lampung cenderung menurun.

Namun, berbanding lurus untuk kasus pelecehan seksual yang meningkat tiap tahunnya hingga mencapai 31 kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Dewi Budi Utami, mengatakan, hal tersebut menjadi bukti bahwa faktor budaya patriarki masih kental di masyarakat yang memandang perempuan masih rendah terhadap laki-laki.

“Sudah seharusnya pemerintah memperbaharukan hukum yang berpihak kepada perlindungan perempuan dan anak,” ujar Dewi, Bandar Lampung, Senin (30/7).

Dewi berharap kepada organisasi sosial, organisasi perempuan dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga pembangunan dapat berjalan optimal.

Baca Juga:  Pemadaman Listrik Kembali Terjadi Akibat PLTU Sebalang Terbakar

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas PP dan PA Lampung, Efendi mengatakan, masyarakat haruslah peduli jika di lingkungannya ada tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai langkah pencegahan dini agar tak terjadi tindak pidana.

“Jadi masyarakat tidak boleh diam jika ada tindak kekerasan, harus cepat ditangani supaya tak terjadi perilaku yang mengarah pada tindak pidana kekerasan,” katanya.(LS/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top