Modus

Kasus Korupsi di Dinas PUPR Mesuji, Najmul : Saya dan Khamami ke Rumdis Irjen Pol Suntana

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mesuji, Najmul Fikri, di persidangan/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mesuji, Najmul Fikri, membenarkan bahwa dirinya bersama Bupati non aktif Mesuji, Khamami ke rumah dinas mantan pejabat Polda Lampung, Irjen Pol Suntana dan Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol.

“iya kami kesana,” kata Najmul Fikri, saat dicecar jaksa, di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis (25/4).

Menurut Najmul, kedatangan mereka hanya sekadar kunjungan biasa dan membahas soal ayam peliharaan Irjen Pol Suntana.

Ia juga menyatakan tidak ada perbincangan mengenai paket proyek terlebih lagi pemberian sejumlah uang kepada dua jendral tersebut.

Baca Juga:  Pesan Rakyat Lampung : Diskualifikasi Arinal-Nunik

“Hanya bicara-bicara biasa aja, karena di sana (rumah dinas Pak Kapolda) ada pelihara ayam (Pak Kapolda). Kami diajak keliling rumah dinas. Tak ada bahas yang lain atau beri uang,” ungkapnya.

Dia mengaku, setelah berkunjung ke rumah dinas Irjen Pol Suntana, perjalanan berlanjut ke rumah dinas Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol.

“Setelah dari situ kami lanjut jalan ke sana,” tuturnya kepada jaksa KPK.

Jaksa kemudian menanyakan perjalanan mereka selanjutnya. Najmul Fikri menegaskan setelah dari dua rumah dinas itu, mereka langsung pulang. Dia menyempatkan diri singgah di Hotel Emersia, tempat bertemu dirinya dengan Bupati Khamami.

“Sebelum pulang, ternyata minuman di sana (Hotel Emersia) belum dibayar. Saya ke sana dulu, membayar minuman,” katanya.

Baca Juga:  Ridho-Bachtiar dan 40 Ribu Generasi Milenial Deklarasi "Road Safety Festival Polda Lampung"

Sebelumnya, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra bersaksi pada Senin (22/4) menyatakan bahwa ada kunjungan Bupati Khamami bersama dirinya didampingi Najmul Fikri ke dua rumah dinas mantan pejabat Polda Lampung.

Di sana, menurut Wawan Suhendra, ada pemberian sejumlah uang senilai Rp200 juta diduga berasal dari fee proyek yang didapat melalui Kardinal, kontraktor.(TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top