Modus

Kasus Hukum Chusnunia Chalim Jangan Sampai Ganggu Roda Pemerintahan

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, saat berada di Gedung KPK RI/Trb

BANDAR LAMPUNG – Kinerja Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim atau Nunik, di prediksi tidak maksimal dalam menjalankan roda pembangunan bersama Gubernur Arinal Djunaidi.

Mantan Bupati Lampung Timur (Lamtim) akrab dengan sejumlah kasus korupsi. Meski baru sebatas sebagai saksi, namun opini publik terlanjut terbentuk jika Ketua DPW PKB Lampung itu diduga ikut terlibat.

Wagub yang akrab di sapa Nunik, kali pertama mondar mandir ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait terkait kasus dugaan korupsi Direktorat Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P2KTrans).

Nunik diperiksa sebagai saksi atas tersangka Charles Jones Mesang karena diduga mengetahui persoalan tersebut saat menjadi Anggota DPR RI Fraksi PKB

Selain itu Ketua DPW PKB Lampung ini terindikasi terlibat dalam kasus pengadaan Web Desa dari APBDes se-Lampung Timur 2016.

Baca Juga:  Tokoh Lampung Ini Diperiksa KPK Perihal Kasus Korupsi Zainudin Hasan

Kasus ini indikasi melibatkan Nunik ketika masih menjabat sebagai Bupati Lampung Timur. Korupsi di Lamtim ini diperkirakan merugikan negara senilai Rp3,1 Miliar. Saat ini sedang dalam proses penyidikan di Kejati Lampung.

Sedangkan masalah ketiga Nunik juga disebut-sebut mengetahui kasus pengadaan kendaraan dinas (Randis) APBD Lampung Timur 2016.

Kasus ini pun sedang digarap oleh Kejati Lampung dengan menggandeng KPK, untuk mengusut pengadaan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur, yang menelan biaya Rp2,6 miliar di tahun anggaran 2016 lalu.

Terakhir Nunik diperiksa sebagai saksi oleh KPK terkait kasus aliran dana dari Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa. Kabar yang beredar, aliran dana tersebut terkait dengan kesepakatan saat pencalonan pemilihan Gubenur  Lampung 2018.

Diketahui sebelumnya, Nunik diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap anggota DPRD Lampung Tengah Zainudin. Nunik hanya diam saat ditanya soal materi pemeriksaannya.

Dilansir detikcom, Nunik keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019), sekitar pukul 15.05 WIB. Dia hanya tersenyum sambil berjalan ke luar area KPK.

Baca Juga:  6 Bulan Kasus Randis Lampung Timur Masih Diaudit

Saat ditanya soal pertanyaan apa saja yang dilontarkan penyidik, Nunik hanya menunjuk arah gedung KPK sambil tersenyum. Dia lalu berjalan ke arah Hotel Royal Kuningan yang berada di sisi kanan gedung KPK.

Nunik sebelumnya diperiksa KPK pada 1 Maret lalu. Saat itu Nunik masih menjabat Bupati Lampung Timur. Dia diperiksa untuk mendalami penggunaan dana yang dikumpulkan Mustafa saat menjabat Bupati Lampung Tengah.

KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dalam tiga kasus yang masih terkait dengan dugaan suap Mustafa. Pada kasus pertama, KPK menetapkan Mustafa sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi Rp95 miliar.

Duit itu diduga terkait dengan proyek di Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Ada dugaan fee 10-20 persen yang diberikan kepada Mustafa.

Baca Juga:  KPK Sita Uang Rp600 Juta dan Amankan 7 Orang dalam OTT di Lampura

Pada kasus kedua, KPK menetapkan dua orang pengusaha, yaitu Pemilik PT Sorento Nusantara, Budi Winarto, dan pemilik PT Purna Arena Yudha, Simon Susilo, sebagai tersangka.

Keduanya diduga memberi duit total Rp 12,5 miliar kepada Mustafa. Diduga duit itu adalah bagian dari Rp95 miliar yang diterima Mustafa.

Ketiga, KPK menetapkan empat anggota DPRD Lampung Tengah sebagai tersangka. Mereka adalah Achmad Junaidi, Bunyana, Raden Zugiri, dan Zainudin.

Mereka diduga menerima suap terkait persetujuan pinjaman daerah dan pengesahan APBD dan APBDP. Keempatnya juga sudah ditahan KPK.(LS/KI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top