Bandar Lampung

Kasus Gratifikasi Inspektorat Lamsel: Diduga Terkait Dana Desa, Periksa Kepala Puskesmas Kemudian

Kasus Gratifikasi Inspektorat Lamsel: Awalnya Diduga Terkait Dana Desa, Periksa Kepala Puskesmas Kemudian
Kasus Gratifikasi Inspektorat Lamsel: Awalnya Diduga Terkait Dana Desa, Periksa Kepala Puskesmas Kemudian

Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung. Foto: Ricardo Hutabarat.

Suluh.co – Kejaksaan Tinggi [Kejati] Lampung awalnya didapati melakukan penggeledahan ke Kantor Inspektorat Lampung Selatan [Lamsel], Senin kemarin, 23 November 2020.

Usut punya usut, penggeledahan itu ternyata bagian dari penyidikan yang dilakukan jaksa sebagai penyidik dari bidang Pidana Khusus [Pidsus] pada Kejati Lampung.

Penyidikan itu mula-mula diduga berkaitan dengan pengelolaan anggaran pada Dana Desa di Pemda Lamsel. Adapun yang disita dari pelaksanaan kegiatan itu adalah alat komunikasi dan dokumen-dokumen.

Pada waktu itu, jaksa sebagai penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada 2 orang.

Tiga hari setelahnya, tepat pada 26 November 2020, Kepala Kejaksaan Tinggi [Kajati] Lampung Heffinur berkunjung ke Kantor Kejaksaan Negeri Lamsel.

Nah, Rabu kemarin, 20 Januari 2021, jaksa sebagai penyidik menjadwalkan pemeriksaan kepada 4 orang yang berstatus ASN.

Dari keterangan Kepala Seksi Penerangan Hukum [Kasi Penkum] pada Kejati Lampung Andrie W Setiawan, mereka yang diperiksa tersebut hadir dan memberikan keterangan kepada jaksa sebagai penyidik.

Pemeriksaan atas kasus ini masih berlanjut. Misalnya hari ini, Kamis, 21 Januari 2021, jaksa sebagai penyidik diinformasikan tengah memeriksa 4 orang saksi.
Untuk diketahui, sampai detik ini, jaksa sebagai penyidik belum melakukan penetapan status tersangka.

Keempatnya dikatakan Kasi Penkum pada Kejati Lampung Andrie W Setiawan dapat hadir untuk memberikan keterangan ke hadapan jaksa sebagai penyidik di bidang Pidsus.”

“Perkembangan untuk penyidikan gratifikasi Inspektorat Lamsel, ada 4 orang saksi yang hadir. Berstatus ASN dan merupakan kepala Puskesmas di Kabupaten Lamsel,” ujar dia.

Andrie W Setiawan memberikan respons dan klarifikasi saat ditanya reporter Suluh.co bagaimana tanggapan Kejati Lampung soal dugaan awal yang diawali atas sangkaan yang beririsan dengan Dana Desa, namun kemudian di dalam perjalanannya jaksa sebagai penyidik melakukan pemeriksaan kepada kepala Puskesmas.

“Kami mohon agar kita beri kesempatan bagi penyidik untuk bekerja. Kita sama-sama menunggu saja hasil akhirnya.

Semua dugaan atau indikasi saat ini sedang ditelusuri dan ditindaklanjuti. Ini lah mengapa penyidikan tidak bisa terlalu detail. Karena ini masih dalam rangka membuat terang suatu peristiwa pidana,” tegasnya.

Baca Juga:  Penduduk Indonesia Desember 2020 271,35 Juta Jiwa, CeDPPIS: Harus Jadi Rujukan Kebijakan Arus Utama

Sumber Suluh.co yang mengetahui jalannya pemeriksaan pada Rabu kemarin, 20 Januari 2021, menyebut bahwa keempat orang saksi ASN itu masih memiliki irisan dengan Puskesmas di Kecamatan Natar, Kabupaten Lamsel. “3 pria, 1 orang perempuan,” tuturnya soal jenis kelamin dari saksi terperiksa tersebut, Kamis malam, 21 Januari 2021.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top