Politik

Kampanye di Medsos Rawan Hoax, Andi Corry Sarankan Dialog Interaktif

Dosen Komunikasi Politik, Universitas Lampung (unila) Andi Corry/JO/Suluh

BANDAR LAMPUNG – Kampanye pemilu berupa pilpres dan pileg sudah berjalan sejak 23 September dan akan berakhir pada 13 April 2019 mendatang.

Pemilih pemula dari kaum milenial banyak menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyalurkan pendapat.

Dosen Komunikasi Politik, Universitas Lampung (unila) Andi Corry, menjelaskan, media sosial tidak bisa dipungkiri menjadi sarana paling efektif bagi peserta pemilu 2019 untuk menyosialisasikan visi dan misinya.

“Kampanye dengan menggunakan media sosial jauh lebih efektif dan efisien menyasar kaum milenial bila dibandingkan dengan melakukan kampanye konvensional. Seperti menggunakan atribut partai politik dan berorasi di ruangan terbuka,” ungka Andi, Jumat (14/12).

Baca Juga:  Anggota DPRD Minta APH Tindak Tegas Pencabul Anak

Namun, kampanye di media sosial juga sangat rentan akan kampanye negatif atau kampanye hitam serta tak jarang menjadi ladang hoaks atau berita palsu.

Untuk itu, dirinya mengimbau pemilih pemula untuk jeli melihat rekam jejak peserta pemilu. Selain itu, meminta para calon anggota legislatif dapat memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan pemilih pemula.

Di samping kampanye media sosial, Andi Corry menyarankan, peserta pemilu untuk menggelar dialog interaktif untuk memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan pemilih pemula.

“Dialog interaktif bagi pemilih pemula dapat dilakukan dengan menggelar pertunjukan musik atau kegiatan nonton bareng untuk menarik minat pemilih pemula,” tandasnya.(JO)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top