Modus

Kakon Kutawaringin Didakwa Korupsi Rp389 Juta

Kakon Kutawaringin Didakwa Korupsi Rp389 Juta/NUS

BANDAR LAMPUNG – Seorang oknum Kepala Pekon Kuta Waringin, Kecamatan Adiluih, Kabupaten Pringsewu, disidangkan lantaran diduga telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap Dana Desa tahun anggaran 2019.

Oknum kepala pekon berinisial BS ini, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp389.545.224.

Dalam sidang yang digelar secara daring kali ini, terdakwa BS dijerat menggunakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3, junto pasal 18 ayat 1 huruf B, Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana dirubah dan ditambah dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemeberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 55 ayat ke 1 KUHP.

Baca Juga:  Polres Way Kanan Ungkap Peredaran Narkoba di Dusun Gedung Batin

“Klien kami didakwa dengan dakwaan pasal korupsi, kami tidak mengajukan eksepsi tapi nanti akan kami masukkan ke pembelaan. Sebab bukan hanya terdakwa sendiri yang menikmati uang tersebut,” tegas Defri Julian, kuasa hukum terdakwa, Senin (23/11).

Diketahui, di dalam dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, terdakwa beserta dengan seorang oknum sekretaris desa berinisial SU, telah bekerjasama memotong anggaran dengan besaran 20 hingga 30 persen terhadap dana desa yang mereka terima, dengan nilai anggaran sebesar Rp893.618.000.

Terdakwa selanjutnya memerintahkan SU untuk membuat nota palsu yang sudah di mark up dengan besaran persen yang sudah disepakati, dengan pula menjanjikan SU akan diberikan uang sebesar Rp30 juta, untuk pekerjaannya tersebut, serta akan mempertahankannya menjadi sekretaris Desa Kuta Waringin.

Baca Juga:  Kejagung Tangkap Terpidana Tindak Pidana Penistaan di Kabupaten Tobasa

Sesuai dengan pasal yang dikenakan oleh jaksa, terdakwa pun terancam dengan hukuman pidana penjara paling lama selama 20 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp1 miliar.(NUS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top