Iklan
Modus

Kain Kasa Tertinggal di Dalam Rahim, Rumah Sakit Asy Syfa Dipolisikan

Ferdi Irwanda bersama istri Septina menunjukan kain kasa yang berhasil dikeluarkan dari dalam rahim, yang diduga tertinggal saat operasi caesar/Murni/Suluh

MENGGALA – Septina (25), warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat, melaporkan pihak manajemen Rumah Sakit Asy Syfa Dayamurni, ke pihak berwajib.

Pasalnya Septina menduga telah menjadi korban malpraktek oknum dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut, lantaran pada saat pemeriksaan dari dalam rahim korban ditemukan kain yang diduga tertinggal pada saat operasi cesar.

Menurut suami korban, Ferdi Irwanda, kejadian tersebut bermula pada saat dirinya membawa sang istri untuk melakukan cek up kesehatan di Klinik Poned, Kampung Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

“Sejak melahirkan melalui operasi Caesar di RS Asy Syfa pada 27 Maret, istri saya selalu terus menerus keluhkan rasa sakit pada bagian dalam perut kemudian mulai nifas, atau seperti cairan berbau busuk menyengat keluar dari bagian organ vital. Semakin hari rasa sakit beserta cairan busuk semakin parah mengakibatkan panas atau demam tinggi, bahkan istri saya sampai keluar air mata,” urainya, Kamis (20/6).

Baca Juga:  Mantan Kalapas Kalianda Divonis 15 tahun, Muchlis Adjie Ajukan Banding

Diungkapkan Ferdi, setelah berada di Klinik Poned untuk memeriksa kesehatan istrinya, para petugas medis dikejutkan oleh adanya sebuah benda asing yang ditemukan dalam rahim korban.

Pada saat itu juga jelas, petugas medis langsung mengambil tindakan dan berhasil mengeluarkan benda yang teryata sebuah kain kasa.

“Saya kaget melihat kain kasa yang sudah berwarna kehijauan dan berbau busuk menyengat. Saya duga kain kasa itu tertinggal pada saat operasi caesar di RS Asy Syfa. Artinya ada kelalaian pihak oknum dokter pada saat melakukan operasi terhadap istri saya,” papar dia.

Oleh sebab itu, lanjut dia, dirinya bersama istri dan keluarga mendatanggi Polres Tulangbawang dan melaporkan kelalaian oknum tenaga medis RS Asy Syfa.

Baca Juga:  Propam Usut Pembobolan ATM BRI di Rajabasa

“Hari ini juga persoalan ini saya laporkan ke polisi, walaupun kain kasa sudah dikeluarkan, namun saya takut kedepanya akan mempengaruhi kesehatan istri saya. Oke saat ini baik-baik saja tapi kita tidak tahu kedepannya bisa saja berpengaruh terhadap rahim inikan bahaya,” ucapnya.

Menurut laki-laki yang berprofesi sebagai jurnalis di Surat Kabar Harian Lampung Post, kejadian yang menimpa istrinya menjadi sebuah catatan buruk dalam pelayanan kesehatan. Sebab kejadian itu, sebuah kesalahan fatal yang dapat merenggut korban jiwa orang lain.

“Kami memilih menempuh jalur hukum, karena kami merasa RS Asy Syfa bekerja tidak profesional dan penuh kehati-hatian dalam memberikan pelayanan. Kami tidak mau kejadian serupa terulang kembali,” kata dia.

Dia berharap aparat kepolisian dapat segera menindak lanjuti laporannya, dan segera memproses para pelaku yang dinilai lalai dan ceroboh dalam memberikan pelayanan terhadap istrinya.

Baca Juga:  Keponakan Korban Jadi Tersangka Pembunuhan Mayat Wanita di Tebing TNBBS

“Saya harap polisi segera memeriksa oknum dokter yang menangani istri saya ketika caesar. Kok bisa kain kasa itu tinggal di dalam perut, kan aneh. Apa iya bisa masuk sendiri, kan enggak mungkin. Sebab ini menyangkut soal nyawa manusia. Nyawa seekor hewan saja kita jaga apalagi ini menyangkut nyawa manusia. Ini menjadi sejarah buruk pelayanan kesehatan RS Asy Syfa,” sesalnya.(MR)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top