Modus

Kado Pahit World Pers Freedom Day: LBH Pers Lampung Kecam Intimidasi Terhadap Jurnalis di Lambar

LBH Pers Lampung Kecam Intimidasi Terhadap Jurnalis di Lambar/Istimewa

Suluh.co – Baru sehari (3/5) kemarin, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung menggelar diskusi publik dalam rangka memperingati World Pers Freedom Day atau Hari Kebebasan Pers Dunia dengan tema “Kebebasan Pers dan Berekspresi Dalam Bayang-Bayang Represi” untuk memaparkan banyak kasus intimidasi dan refresi terhadap Jurnalis dan menyimpat ruang publik bagi masyarakat sipil di Indonesia, terkhusus di Provinsi Lampung.

Peringatan tersebut mendapat “hadiah kado pahit” berupa adanya intimidasi yang dialami oleh Yehezkiel Ngantung Jurnalis Metro TV Lampung yang bertugas di Kabupaten Lampung Barat.

Intimidasi tersebut dilakukan oleh orang-orang berpakaian sipil yang diduga preman dengan cara menghalang-halangi, mengejar, bahkan hingga mengancam menggunakan senjata tajam.

Baca Juga:  3 Tersangka Benih Jagung Segera Dipanggil Kejati

Berdasarkan berita yang dimuat harian lampos.co bahwa peristiwa itu terjadi pada saat Jurnalis Metro TV Lampung tersebut hendak melakukan liputan karena adanya kericuhan di halaman kantor Unit Layanan Pengadaan (UPL) Barang dan Jasa di Kompleks perkantoran Pemda Kabupaten Lampung Barat.

LBH Pers Lampung mengecam intimidasi dan pengancaman yang diduga menggunakan senjata tajam terhadap jurnalis yang sedang melakukan tugas dan kerja-kerja jurnalistik.

Peristiwa seperti ini sudah banyak terjadi, seolah sudah terpola dan kembali terulang yang menjadikan kebebasan pers tidak pernah dihormati. Sejatinya kebesasan terhadap pers sudah dijamin secara konstitusional dan juga Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers sehingga sudah selayak bagi setiap orang tanpa untuk tidak menghalangi kinerja jurnalis untuk memberikan informasi yang berimbang kepada publik.

Baca Juga:  KPAI Tinjau Penanganan Kasus di Ponpes Al Kirom Lampung Selatan

LBH Pers Lampung mendorong agar peristiwa itu diusut tuntas dan akan terus memonitor perkara tersebut, serta siap untuk mendampingi jurnalis yang mendapatkan intimidasi.

Karena patut diduga kuat peristiwa itu merupakan suatu tindak pidana Pengancaman dengan menggunakan dan/atau membawa senjata tajam sebagaimana yang diatur dalam Pasal 335 KUHP jo UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (UU Drt. No. 12/1951).

 

Sumber : LBH Pers Lampung

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top