Modus

Kadisdik jadi Tersangka Korupsi Rp49 Miliar, Pemkab Tulangbawang Tak Beri Bantuan Hukum

Kejaksaan Negeri Tulang Bawang saat ekspos kasus korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Pendidikan setempat berinisial NS/Net

Suluh.co – Pihak Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menyatakan tak memberi pendampingan hukum terhadap aparatnya yang tersandung kasus pidana.

Sikap ini diambil, selain demi menghormati prosesnya, juga tak memenuhi kriteria pendampingan yang dimaksud.

Mengingat pemerintah hanya mendapat kewenangan membela bila menyangkut persoalan perdata, PTUN, atau nonlitigasi.

Itulah sebabnya Kepala Dinas Pendidikan setempat berinisial NS tak mendapatkannya, meskipun pihak kejaksaan tidak melakukan penahanan terhadap tersangka ini.

“Pemkab hanya diperbolehkan memberikan pendampingan hukum dalam kasus-kasus  tertentu. Seperti perdata, PTUN atau non litigasi atau sebatas konsultasi,” jelas Kabag Hukum Pemkab Tulangbawang Anuari, Jumat (29/1).

Baca Juga:  Kapolres Tulang Bawang Harap Jurnalis Tidak Salah Artikan Proses Penanganan Perkara

Diketahui, NS disangkakan melakukan pemotongan 12,5 persen terhadap DAK pendidikan tahun 2019 senilai Rp49 miliar yang diperuntukan bagi sarana dan pembangunan fisik 105 sekolah.

Dengan rincian, 49 Sekolah Dasar, 52 SMP, 1 SLB dan 3 Taman Kanak-kanak.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Tulangbawang (Kejari Tuba) disebut-sebut sedang melakukan proses penegakan hukum atas sangkaan korupsi yang diduga terjadi pada anggaran di Dinas Pendidikan daerah setempat.

Berdasarkan pernyataan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) pada Kejari Tuba, Raden Akmal, Rabu, 27 Januari 2021, modus korupsi yang dilancarkan NS, mewajibkan seluruh sekolah penerima DAK, wajib menyetorkan uang 10 sampai 12,5 persen dari total pagu yang didapat.

“Sudah ada bukti kuat sehingga menjadi tersangka. Kasus ini terus kami kembangkan untuk mencari bukti-bukti kuat, siapa tahu ada keterlibatan tersangka lain,” janjinya.

Baca Juga:  Curi Komputer di SMPN 1 Palas, Oknum PNS Diciduk Polisi

NS ditetapkan sebagai tersangka, kendati hingga kini belum ditahan oleh pihak kejaksaan. Raden Akmal menyebut alasan tidak dilakukan penahanan. “Yang bersangkutan kooperatif,” ucapnya.

 

Reporter : Murni Aroni Cikmamat

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top