Iklan
Modus

Kades Cipadang Dilaporkan Ke Inspektorat Dengan Dugaan Penipuan

Darkum, saat menyambangi kantor Inspektorat Pesawaran, guna melaporkan Kepala Desa Cipadang Sunarmin atas pembuatan surat jual beli tanah palsu/PS

PESAWARAN – Darkum (65) warga Dusun Sumbersari, Desa Cipadang, Kecamatan Gedongtataan, mendatangi kantor Inspektorat Kabupaten Pesawaran guna melaporkan Kepala Desa Cipadang, Sunarmin, atas pembuatan surat jual beli tanah palsu, Selasa (20/2).

Ditemani putranya, Slamet (30), Darkum ditemui oleh pegawai Dinas Inspektorat, namun karena persyaratan belum cukup, Darkum dianjurkan untuk melengkapi persyaratan terlebih dahulu.

“Ya tadi sudah ketemu sama pegawainya, nah saya disuruh melengkapi persyaratannya, besok saya datang lagi,” ujarnya.

Darkum mengaku dirinya terpaksa melaporkan Sunarmin karena menandatangani surat jual beli palsu yang dibuat Sutarto.

Baca Juga:  KPK Mulai Masuk dalam Penanganan Kasus di Polda dan Kejaksaan yang Terkesan Lambat

Seperti diketahui, Kepala Desa (Kades) Cipadang, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Sunarmin, diduga terlibat pemalsuan surat jual beli tanah  milik warganya sendiri.

Darkum (65) warga Dusun Sumbersari Desa Cipadang mengaku kecolongan dengan ulah menantunya Sutarto yang tanpa sepengetahuannya telah membuat surat beli palsu untuk dasar pembuatan surat sporadik yang digunakan Sutarto untuk agunan di sebuah bank.

Hal tersebut diketahuinya setelah pihak bank datang ke rumahnya untuk menyita rumah dan kebun miliknya sambil menunjukkan surat Sporadik dan sertifikat atas nama Sutarto.

“Saya tidak tahu tiba tiba pihak bank datang mau menyita rumah dan kebun saya, katanya mau di jual,” ujar Darkum.

Menurut Darkum dirinya merasa tidak pernah menjual sebidang tanah seluas 9.345 meter per segi di RT/RW 01/04 Dusun Sumbersari kepada Sutarto yang tak lain adalah menantunya sendiri.

Baca Juga:  Kejati Diharapkan Kawal Penegakan Hukum di Lampung

Bahkan dirinya merasa tidak memiliki tanah di dusun yang tertera di surat tersebut karena kebun miliknya berada di RT 04 bukan RT 01.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Slamet, anak kandung Darkum.

Dirinya menjelaskan, selama ini selaku ahli waris mengaku tidak pernah menandatangani surat jual beli antara orang tuanya dengan Sutarto.

Menurutnya surat asli rumah dan tanah tersebut masih disimpan orang tuanya.

“Bahkan saksi- saksi yang tercantum di surat jual beli sudah membuat pernyataan di atas materai bahwa mereka tidak pernah menandatangani surat tersebut, dan Sutarto juga lewat WA sudah mengaku kalau memang semua dipalsukan, yang asli cuma tanda tangan Kades Narmin,” jelasnya.(MH/PS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top