Daerah

Kabar Bendungan Bener, Ratusan Warga Peroleh Kompensasi

Kabar Bendungan Bener, Ratusan Warga Peroleh Kompensasi/MAS

PURWOREJO – Dampak pembangunan Bendungan Bener, di Kabupaten Purworejo,  sebanyak 143 warga Desa Guntur, akhirnya menerima ganti rugi sewa tanah, dari PT Waskita Jatiwangi KSO, di Sekretariat DPRD Kabupaten Purworejo, Sabtu (14/11) kemarin.

Penyerahan ganti rugi, dihadiri oleh pihak PT Waskita, anggota DPRD dari Partai Nasdem M Abdullah, Partai Golkar Rochman, dan Partai PDIP Luhur Pambudi Mulyono, serta seluruh warga terdampak penerima ganti rugi.

Turut menyaksikan, segenap Forkompincam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) Kecamatan Bener.

Total ganti rugi, yang diberikan kurang lebih Rp2 miliar, sebagai kompensasi terhadap tanah terdampak pembangunan bendungan, yang belum dibayar oleh pemerintah.

Koordinator lapangan masyarakat terdampak Bendungan Bener, Eko Siswoyo, mengatakan, kegiatan hari ini merupakan hasil kesepakatan masyarakat bersama PT Waskita, yang difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Purworejo.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Katar Kalianda Berbagi Takjil

Dalam sambutanya, Ia mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu warga terdampak bendungan, hingga mendapatkan ganti rugi yang layak.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada DPRD, yang telah membantu kami untuk mendapatkan ganti rugi yang layak. Disini kembali kami menegaskan bahwa kita tidak pernah menolak pembangunan Bendungan Bener, justru kami mendukung,” ujarnya.

Menurut M. Abdullah, total ganti rugi yang diterima masyarakat terdampak, mencapai lebih dari Rp 2 Miliar. Jumlah masing-penerima, berbeda, tergantung dari luas lahanya.

Abdullah menegaskan, sebagai wakil rakyat, DPRD khususnya dirinya pribadi berjanji akan terus mengawal pembangunan Bendungan Bener sampai dengan selesai.

“Bagi warga yang akan mengadu, kami siap menerima aspirasi dan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Relawan Ridho Bachtiar Cegah DBD di Lampung Selatan

Abdullah juga menyampaikan, masih ada tuntutan dari masyarakat terdampak Bendungan Bener, yang harus didengarkan. Warga menuntut supaya dilibatkan dalam pembangunan, khususnya untuk bekerja di bidang yang tidak membutuhkan keahlian khusus.

Masyarakat juga meminta agar diberikan pelatihan usaha dan pemberdayaan ekonomi, supaya dapat ikut serta menggerakkan roda ekonomi disekitar bendungan, nantinya apabila telah selesai dibangun.

“Kami juga telah menerima aduan dari warga yang merasa dirugikan oleh PT Brantas, karena tanahnya terdampak aktifitas pembangunan sehingga menyebabkan kerugian. Proses negosiasi sudah berjalan satu kali, namun masih belum mencapai titik temu. Senin depan (16/11) akan kembali dibahas,” tambahnya.

Sementara itu, Novrizal selaku pejabat Set Kontrak Res Manager PT Waskita Jatiwangi kso, menyebutkan, hari ini pihaknya memberikan ganti rugi atau kompensasi kepada warga dengan luas lahan mencapai 16 Ha.

Baca Juga:  Tuju KPU Provinsi, Suara Penghitungan di Kabupaten Way Kanan Dikawal Aparat

“Kompensasi ini kami berikan kepada warga yang tanahnya terdampak namun belum dibayar. Untuk pengerjaan paket 2, kami sudah mencapai tahap melakukan penggalian dan juga spillway,” katanya.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top