Daerah

Junjung Tinggi Agama Islam di Tanah Konflik, UMPwr Sapa Azerbaijan

Lembaga pengkajian, pendalaman dan pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan  (LP3AK) Universitas Muhammadiyah Puworejo, menggelar teleconference dengan sipil Azerbaijan/MAS

PURWOREJO – Lembaga pengkajian, pendalaman dan pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3AK) Universitas Muhammadiyah Puworejo, menggelar teleconference dengan sipil Azerbaijan, pada Kamis (23/7) lalu.

Mengambil tema ‘UMPwr Menyapa’ yang pertama ini dilakukan secara virtual.

Memilih Azerbaijan, karena merupakan daerah Karabakh yang mengalami konflik paling berdarah dan panjang dengan negara tetangga Rusia, Georgia dan Armenia, yang selalu ikut campur masalah perbatasan.

Selain itu, terjadi pencaplokan tanah oleh negara tersebut. Satu-satunya negara muslim yang membantu hanyalah Turki dan Pakistan, lalu, bagaimana dengan Indonesia.

Pembukaan dimulai dengan bacaan ayat suci Al Quran oleh Iyus Hadiyana.

Baca Juga:  Kunjungi Dewan Pers Wartawan Purworejo Diminta Ikuti Aturan

Setelah itu presentasi dari empat orang guru dari Sekolah Militer Chamshid Nakhchivanski di Baku.

Mereka adalah Amirova Esmira, Gulnar Valiyeva, Ilaha Mamadova, dan  Adigezalova Narmina.

Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor 4 Erma Triermayani.

Acara ini mendapat antusias dari kalangan pendakwah, akademisi dan mahasiswa UMPwr. Karena merupakan silaturahmi dengan umat muslim di negara jajahan Rusia ini.

Kondisi saat ini yang sedang sulit ditengah pandemik, ternyata di Aerbaijan tak henti hentinya berkonfriontasi tentara Armenia dan Rusia.

Turki dan Pakistan satu satunya negara yang senantiasa membela perjuangan rakyat Azerbaijan untuk lepas dari pencaplokan. Mereka mengungkapkan rasa syukur karena UMPwr telah memfasilitasi  acara tersebut.

Baca Juga:  40 Anggota PKS SMPN 2 Purworejo jadi Pelopor Keselamatan

Edi Sunjayanto, seorang interpreter UMPwr, mengungkapkan ada beberapa poin pembahasan dari pertemuan itu, bahwa Azerbaijan adalah negara yang ingin sebuah perdamaian, namun tak gentar melawan jika mereka menyerang dan mencaplok tanah rakyat Azerbaijan.

“Menjalankan aktifitas keagamaan adalah hak yang diatur oleh undang-undang, dan tidak ada paksaan untuk menjadi seorang muslim di negara Azerbaijan,” kata Edi.

Sementara, Wakil Rektor 4 memberikan apresiasi kepada sipil Azerbaijan yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di konferensi ini.

Menurutnya, keberadaan UMP tidak lepas dari misi Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama yang mendapat ridha Allah SWT.(Mahestya Andi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top