Iklan
Ekonomi

Jumlah Sapi di Lampung Surplus

Wakil Ketua Dewan Gabungan Pengusaha Sapi Potong Indonesia (Gapeksindo), Didiek Purwanto/WA

BANDAR LAMPUNG – Stok sapi di Lampung saat ini mencapai 59.134 ekor. Dengan jumlah itu, Lampung masih surplus, bahkan bisa mensupport daerah lain seperti Jabodetabek, Padang, Medan dan Palembang.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Dewan Gabungan Pengusaha Sapi Potong Indonesia (Gapeksindo), Didiek Purwanto, usai Rapat Koordinasi Stabilisasi Barang Kebutuhan Pokok Jelang Puasa dan Lebaran tahun 2018/1439 Hijriyah di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (18/4).

“Kalau dilihat kebutuhan Lampung saat Lebaran itu lebih dari cukup, bahkan kita akan kirim ke luar daerah. Jadi sangat aman,” ujar Didiek.

Terkait stabilitasi harga, Didiek menjelaskan, sebenarnya harga daging sapi tidak banyak berubah. Tetap berada di kisaran Rp110 ribu – Rp120 ribu dan masih sama dengan tahun lalu.

Baca Juga:  Jelang Puasa, Harga Sembako di Kota Metro Stabil

Namun dia meminta agar pemerintah juga memberikan penjelasan kepada konsumen, bahwa harga daging beku berbeda dengan daging segar. Sebab HET daging beku RP80 ribu tak bisa diterapkan dengan daging segar.

“Makanya tadi saya sampaikan jangan dibilang semua sama Rp80 ribu, itu kan hanya daging beku. Ini harus agar konsumen tahu ya disebutin dong. Jangan sampai mereka mengira kita naikin harga,” kata dia.

Dicontohkannya, jika harga daging sapi segar dijual Rp80 ribu, maka peternak yang akan dirugikan. Perhitungannnya, daging sapi hidup dihargai Rp45 ribu/kg. Jika dikonfersi daging setelah tulang dan jeroan dibuang, maka harga pasnya memang tetap Rp110 hingga Rp120 ribu.

Baca Juga:  Jalan Tol Trans Sumatera Tunjang Kelancaran Logistik Nasional

“Kalau kita jual Rp80 ribu, otomatis harga sapi hidup jadi 30 ribu/kg. Maka peternak rugi Rp15 ribu,” tandasnya.

Sementara Kepala Bulog Divre Lampung Muhammad Attar Rizal, mengatakan pihaknya sudah melakukan Operasi Pasar (OP). Sampai Maret itu sudah ada 7.300 ton beras yang digelontorkan ke pasar-pasar tradisional se-Lampung.

“Sampai saat ini kita masih melakukan stabilitasi harga dengan menyuplai komoditi ke pasar. Untuk stok beras kita banyak, cukup untuk bulan Juni. Pokoknya cukup untuk kebutuhan empat setengah bulan ke depan,” jelas Attar.

Stok yang ada di Bulog Lampung, kata Attar, juga dicadangkan untuk kebutuhan lainnya seperti bantuan bencana alam, pasar murah dan sebagainya. Terkait harga, ia mengatakan tetap mengikuti HET, yakni Rp12.800 untuk beras premium dan Rp9.800 untuk medium

Baca Juga:  Polres Tuba Pastikan Tindak Pelaku Penimbunan Sembako

“Kita akan tetap menjual di bawah HET itu,” singkatnya.(DD/FS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top