Modus

Jual Tanah Kapling dan Vila ke Zainudin Hasan, Thomas Aziz Riska Terima 1,4 miliar

kiri-Thomas Aziz Riska, M Alzier Dianis Thabrani, Zainudin Hasan, di persidangan kasus fee proyek Lampung Selatan/Istimewa

BANDAR LAMPUNG – Perkara fee proyek Lampung Selatan, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjung Karang, dengan agenda sidang yang mendengarkan keterangan saksi, dengan saksi yang dihadirkan iyalah diantaranya Thomas Aziz Riska, Kamis (7/2).

Sebanyak 8 saksi dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara suap fee proyek yang terjadi di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, dengan sidang yang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi.

Diantara ke-8 saksi yang dihadirkan, terdapat seorang pengusaha wisata Pulau Tegal Mas, yang kini tempat tersebut sedang menjadi sengketa antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan dirinya.

Baca Juga:  Sebelum Tertangkap, Buronan Korupsi Kelas Kakap Alay akan Menetap di Malang

Dikatakan dalam keterangan yang ia sampaikan kepada majelis hakim, bahwa ia mengakui telah menjual sekapling tanah miliknya di pulau miliknya itu, beserta dengan villa yang terdapat didalamnya dengan harga awal yang ia tawarkan mencapai Rp3 miliar rupiah untuk tanah yang seluas 1000 meter tersebut.

Namun pada akhirnya, tanah di dalam pulau yang seharusnya diperuntukan sebagai wilayah konservasi tersebut, terjual kepada Zainudin Hasan, dengan harga yang cukup murah, yaitu seharga Rp1,4 miliar lebih.

Pelunasan jual beli tanah pulau yang terletak di Kabupaten Pesawaran tersebut, dilunasi oleh Zainudin Hasan dengan cara dicicil, yang tentunya pula menggunakan uang dari fee yang diberikan oleh para rekanan proyek pembangunan Lampung Selatan, melalui terdakwa Agus Bhakti Nugroho.

Baca Juga:  KemenPAN RB Perbaiki Kualitas Pelayanan Publik Melalui Bimtek

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Mansur ini, sang pemilik Puncak Mas tersebut mengakui, meski telah dilunasi pembayarannya, dirinya belum membalik namakan kepemilikan tanah tersebut yang sampai kini masih berstatus tanah miliknya.

“Sejumlah uang yang saya terima untuk penjualan aset telah sepenuhnya saya kembalikan kepada KPK,” kata Thomas dalam persidangan.

Hal itu ia lakukan setelah adanya peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) yang menjadikan Zainudin Hasan, Agus Bakti Nugroho dan Anjar Asmara menjadi terdakwa.(TN/TS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top