Modus

Jual Sabu Eceran, Warga Ketapang Divonis 8 Tahun

Barang bukti sabu-sabu/Ilustrasi

BANDAR LAMPUNG – Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Gunawan, dengan hukuman pidana penjara selama 8 tahun dan dikenakan denda sebesar Rp1 miliar.

Putusan yang dijatuhkan kepada warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung ini, lebih ringan dari pada tuntutan jaksa yang dibacakan pada sidang pekan lalu, yang menuntutnya  dengan pidana penjara selama 10 tahun.

oleh majelis hakim yang diketuai hakim ketua joni butar – butar / lelaki berusia 44 tahun ini

“Menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika,” ujar Hakim Ketua, Joni Butar Butar, dalam persidangan, Jumat (8/11).

Diketahui dalam dakwaannya, perkara ini bermula pada bulan Agustus 2019 lalu, di lokasi pertemuan  antara terdakwa dan seorang bernama Eksel, di sebuah Tempat Pendidikan Al Quran di wilayah Jalan Yosudarso, Bandar Lampung.

Baca Juga:  Berkas Seno Aji Dilempar Kejati ke Polda Lampung

Terdakwa memesan 1 paket besar sabu dengan bandar sabu tersebut, dengan harga tebusan sebesar Rp1 juta.

Setelah selesai melakukan transaksi tersebut, terdakwa kembali  pulang ke kediamannya dan langsung memecahkan  paket sabu tersebut menjadi 12 paket kecil dan kembali ia jual kepada seorang bernama Dodi dengan harga per paketnya sebesar Rp200 ribu.

Namun sial bagi keduanya, ketika transaksi sedang dilakukan, petugas  kepolisian yang telah lama curiga  dengan gerak – gerik Gunawan, melakukan penggerebekan di kediamannya dan polisi pun langusung mencokok keduanya.(TN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Berpikir untuk Merdeka

Arsip

Copyright © 2015 Flex Mag Theme.Powered by suluh.co

To Top